JEPARA (SUARABARU.ID) – Selasa (20/7-2021) malam Satgas Covid-19 Jepara  mengumumkan 21 orang warga Jepara  yang terkonfirmasi Covid-19. Angka tersebut didapat dari  pemeriksanaan px PCR sebanyak 66 orang. Dengan demikian positify rate berdasarkan px PCR adalah  31,81  %.

Disamping itu diumumkan pula hasil pemeriksaan px RDT –Antigen terhadap  653 orang dengan jumlah yang positif terkonfirmasi 5 orang.  Ini berarti positity rate dari jumlah sampel yang diperiksa berdasarkan metode pemeriksaaan ini adalah 0,76 %.

Terkait dengan hasil ini, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jepara Muh Ali menjelaskan dalam pesan melalui WhatsApp, bahwa  Jepara masuk kateogiri B sejak Juni lalu. “Dengan demikian pemeriksaan px RDT Antigen  sudah menjadi diagnosa, bukan hanya px PCR,” tulis Mh Ali. Jadi pembagian untuk menghitung positify rate dijumlahkan semuanya.

Muh Ali juga menjelaskan, salah satu syarat kriteria B adalah apabila pengiriman sample dan penerimaan hasil PCR lebih dari 24 jam.  “Nah kita kan kadang sampai berhari-hati baru jadi,” tambah Muh Ali. Untuk kriteria B dengan waktu tunggu 24-48 jam,   pelacakan kontak, penegakan diagnosis dan skrining menggunakan RDT – Antigen dan konfirmasi dengan NAT, tambah Muh Ali.

Dengan demikian, positivy rate harian Jepara Selasa (20/7-2021)  jika dihitung dengan menjumlahkan pelaksanaan px PCR dan px RDT-Antigen sebagaimana dijelaskan oleh Muh Ali adalah  26 pasien positif :719 sample X 100 % = 3,61 %.  Angka ini jauh lebih rendah dari patokan WHO sebesar 5 %.

Semestinya ditinjau ulang

Sementara seorang tenaga kesehatan yang tidak bersedia disebut namanya mengungkapkan, yang  harus diperhatikan adalah sistem pelaporannya harus tetap diberikan catatan, positivy  rate total dan positivy rate dengan masing-masing pembagi px RDT atau px  PCR.

“Tidak bisa yang dilaporkan hanya pembagi RDT saja. Karena gold standart memang px PCR yang berlaku nasional dan internasional. RDT antigen hanya utk mempercepat tindakan awal saja. Bukan fokus untuk menghitung positivy rate, tetapi untuk treatment,” ujarnya. Metode, sensitivitas dan spesifitas kedua alat ini berbeda

Untuk kebaikan dan penanganan Covid-19 di Jepara, semestinya dilakukan peninjauan memasukklan Jepara pada kriteria B. Sebab mulai pengambilan sample sampai hasil laboratorium kini kurang dari 24 jam. Termasuk pemeriksaan dari Karimunjawa tambahnya

Hadepe – Ua

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here