Pengasuh Mushala At Thohiriyah Desa Kawedusan, Kebumen, KH Nadjib Nor memegang seekor sapi hewan kurban.(Foto;SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Masyarakat Desa Kawedusan, Kecamatan Kebumen,  di masa Pandemi Covid-19 ini tetap menaati Kebijakan Pemerintah untuk PPKM Darurat. Sebagian umat Islam melaksanakan Salat Idul Adha di tiga tempat, sebagian di rumah masing-masing

Pelaksanaan ibadah Salad Id terbagi di Masjid Roudlotul Huda RW 1 dan Masjid Nurul Iman RW 2 serta Mushala At Thohiriyah RW 1, dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.  Jamah memakai masker , berjarak dan tidak ada jabat tangan.

Khusus jamaah Mushala At Thohiriyah di RW 1 Desa Kawedusan, melaksanakan Salat Idul Adha secara terbatas  dengan standar Prokes yang ketat dan tertib. Ada pembatas jamaah yang ikut salat Idul Adha. Jamaah wajib bersmasker, berjalan dengan tertib dan lancar.

Panitia dan jamaah Mushala At Thohiriyah Kawedusan, Kebumen mencacah daging kurban sebelum dibagikan ke warga.(Foto:SB/Ist)

Bahkan tidak terjadi kerumunan karena sebagian juga salat di rumah. Sehabis Salat Id di Mushala At Thohiriyah, jamaah langsung pulang ke rumah masing- masing. Bertindak sabagai Imam dan sekaligus Khotib Drs KH Nadjib Nor SH.  Khotbah dilaksanakan dengan singkat dan padat.

Seusai Salat Id, pada Pukul 08.15 dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Menurut Ketua Takmir Musala At Thohiriyah Purwanto Yupi didampingi Ketua Panitia Hantoro, kurban dilaksanakan di hari pertama dengan pertimbangan karena petugas ketangi atau penyembelih bisa bertugas hari itu.

Panitia dan masyarakat yang membantu pun siap di hari pertama. Salat Id dan pemotongan hewan Kurban dilaksanakan serentak.  Penyembelihan hewan kurban berjalan tertib dan lancar hingga panitia melakukan pembagian kepada masyarakat secara langsung kepada penerima.

Pendistribusian mencakup seluruh warga RW I Kawedusan, dengan jumlah mustahiq sebanyak 383 KK, ditambah warga domisil sehingga mencai jumlah 400 bungkus.

Pengasuh Mushala At Thohiryah Nadjib Nor menambahkan, tradisi  penyembelihan hewan kurban  di mushala tersebut telah berjalan baik sejak beberapa tahun. Untuk bisa memotong hewan kurban sapi jamaah iuran 7 orang membeli seekor sapi. Ditambah sumbangan seekor kambing dari dealer mobil Bumen Redja Abadi.

Komper Wardopo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here