Salah satu warga mengikuti program vaksinasi covid-19, untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona. Foto: dok/ist

WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Kabupaten Wonosobo dinilai mengalami peningkatan kasus covid-19 yang cukup signifikan. Tercatat rata-rata 203 orang terpapar covid-19 per hari. Bahkan penambahan kasus covid-19 dalam sepekan terakhir mencapai 1.425 orang.

Jaelan Sulat (Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Wonosobo). Foto: dok/ist

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Wonosobo, Jaelan Sulat mengungkapkan, laju penambahan masif kasus covid-19 di Wonosobo, diduga kuat karena telah masuknya varian Delta.

Salah satu tanda dari varian Delta ini adalah, cepatnya penyebaran dan juga tingginya angka kematian. Dalam kurun waktu 10 hari ini, penambahan kasus kematian akibat covid-19 mencapai 36 orang. Sehingga secara akumulatif mencapai 384 kasus kematian.

BACA JUGA: Positivy Rate Jepara 74,66 %, 14 Kali Lebih Besar dari Patokan WHO. Apa Akibatnya?

”Ini cukup menggambarkan betapa cepat penambahan kasus kematian. Lantaran dalam 10 hari saja, mencapai lebih dari 10 persen akumulasi total sejak 1,5 tahun terakhir masa pandemi global covid-19,” kata Jaelan dalam keterangannya, Sabtu (10/7/2021).

Dia mengaku khawatir, situasi penanganan covid-19 akan semakin menyulitkan semua pihak, karena melihat kenyataan di lapangan, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan.

Kami sampaikan, saat ini kemampuan untuk melakukan deteksi atau tracking oleh petugas sangat terbatas. Karena sudah banyak tenaga kesehatan dan petugas surveillance yang terpapar juga,” ungkap dia.

BACA JUGA: Pemkab Boyolali Lakukan Penyekatan Jalan di 23 Titik Selama PPKM Darurat

Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat benar-benar menjalankan protokol kesehatan 5M secara disiplin. Minimal dengan mengenakan masker ganda saat beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga diminta untuk tak mendekati kerumunan dan keramaian. Sebab potensi terbesar penularan virus corona adalah pada kondisi keramaian dan kerumunan tanpa jarak.

Jaelan juga menekankan pentingnya antisipasi dini. Yaitu dengan tes usap mandiri, apabila warga merasa telah kontak erat dengan orang terkonfirmasi positif covid-19. Atau ada gejala awal seperti flu, kehilangan indera pencium atau perasa dan gejala lainnya.

BACA JUGA: Perlukah Pasien Covid-19 Lakukan Tes Darah dan Thorax Usai Sembuh?

Pihaknya juga menyampaikan, berdasarkan hasil penelusuran data kasus aktif sejak April 2021 lalu, telah ditemukan setidaknya 709 kesembuhan yang belum sempat dilaporkan.

”Hari ini, penambahan kesembuhan mencapai 709 orang. Namun hal itu bukan menggambarkan kesembuhan harian. Karena merupakan hasil clearing data terhadap kasus-kasus aktif yang sudah melebihi dua kali masa inkubasi, atau lebih dari 28 hari,” jelasnya.

Jaelan menyebut, dengan penambahan kesembuhan itu, saat ini kasus aktif covid-19 di Wonosobo mencapai 2.079 kasus, dengan akumulasi konfirmasi positif mencapai 9.160 orang.

Muharno Zarka-Riyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here