Wakil Bupati Wonosobo M Albar menyerahkan pohon Pisang Mas. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Wakil Bupati Wonosobo M Albar mengatakan pandemi global Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Namun dengan keadaan seperti ini tidak boleh hanya diam saja. Semua harus beradaptasi dengan kondisi yang ada, dan harus semangat untuk bangkit bersama-sama,” ujarnya.

Karena dampak wabah virus Corona sangat luas. Tidak saja terhadap aspek kesehatan, tapi meluas hingga ke sektor lain. Seperti pendidikan, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan, semua kena imbasnya.

“Tidak terkecuali di lingkungan pondok pesantren yang juga merasakan dampak. Para santri, harus mampu mensikapi dan berinovasi dalam membekali diri untuk menyongsong masa depan,” katanya.

Salah satunya dengan berwirausaha di masa pandemi global Covid-19 menjadi pilihan yang tepat. Namun harus dilakukan secara lebih kreatif dan inovatif. Bidang pertanian bisa jadi ladang garapan.

“Selain untuk memperkuat ekonomi secara individu, berwirausaha bagi para santri dapat memperkuat ekonomi pesantren secara kolektif,” ujar Wakil Bupati yang pernah menjabat sebagai Ketua DPC PKB Wonosobo itu.

Menurut Albar, dari sisi lain, banyak hal yang bisa diberikan kepada para santri. Baik Pemerintah, swasta maupjn ponpes sendiri bisa memberikan andil dalam membekali para santri.

Pesantren Enterpreuner

Wakil Bupati Wonosobo M Albar ketika menanam pohon Pisang Mas. Foto : SB/Muharno Zarka

“Melalui program pembinaan pesantren entrepeneur, diharapkan santri memiliki life skill dalam menyongsong kehidupan pasca menimba ilmu di pesantren,” paparnya.

Sehingga ke depan muncul pengusaha-pengusaha santri dari segala bidang khususnya pertanian. Apalagi potensi alam Wonosobo sangat baik dan prospektif. Sangat cocok untuk berwirausaha di bidang pertanian.

“Santri kudu biso ngaji biso tani, karena tidak mungkin santri nanti jadi Kyai semua, maka harus ada bekal lain selain ilmu agama,” kata Wakil Bupati M Albar saat melakukan penanaman masal pisang mas di Kalilawang Sitiharjo Garung, Wonosobo, Jumat (25/6).

Albar mengatakan, kegiatan seperti ini dirasa perlu dan baik untuk di budayakan,  mengingat potensi santri yang sangat besar dalam mendorong kemajuan pembangunan bangsa.

“Salah satunya melalui pengembangan kewirausahaan. Selain itu, para santri juga bisa diarahkan kepada kemampuan ilmu pertanian. Jika ditekuni secara serius, bukan tidak mungkin, hasil pertanian bisa memberi keuntungan ekonomi yang tinggi,” tutur dia.

Wakil Bupati, yang notabene dulu merupakan seorang santri itu, menegaskan, para santri sebenarnya sudah dididik dengan kemandirian. Karena pesantren, santri sudah terbiasa mengurusi urusan sendiri.

Kemandirian itu, yang membentuk mentalitas santri yang tahan banting, tidak gensi, dan siap menjalankan apa saja, mulai dari pekerjaan yang rendah hingga yang susah.

“Sehingga saya yakin para santri mampu berinovasi dan membekali mereka untuk menyongsong masa depan yang cerah. Selepas dari pesantren, santri harus bisa jadi Kiai sekaligus pengusaha,” pungkasnya.

Muharno Zarka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here