Ana Khomsanah Damiri, seorang penyintas Covid-19 di Jepara.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Peningkatan temuan kasus  yang terus meningkat hendaknya tidak membuat masyarakat cemas, tetapi juga tidak boleh abai dan harus tetap waspada untuk menjaga dan melindungi diri sendiri serta  keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Ana Khomsanah Damiri, SH, MH aktivis perempuan Jepara yang menjadi salah satu penyintas Covid-19 pada akhir tahun 2020. Penyintas Covid-19 adalah orang yang mampu bertahan hidup  melawan Covid-19  atau bisa juga disebut orang yang sembuh dari Covid-19..

Bahkan Ibundanya kembali  kerahmattullah dengan status terkonfirmasi Covid-19. Juga dua anggota keluarga terkasihnya hanya dalam waktu 31 hari. Sementara sejumlah keluarganya juga terpapar virus ini. Ana Khiomsanah Damiri sendiri pernah beberapa hari dirawat di sebuah rumah sakit di Jepara.

Memakai masker dan protokol kesehatan lain harus menjadi perilaku baru masyarakat.

Karena itu ia mengajak kepada warga masyarakat Jepara untuk tidak mengabaikan  protokol kesehatan  seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan kurangi mobiltas atau bepergian.

“Harapan kami,  masyarakat tumbuh kesadaran kolektifnya dan menjadikan 5 M sebagai perilaku baru. Bukan saat ada operasi oleh petugas,” ujar Ana Khomsanah Damiri yang juga menjabat sebagai Direktur LBH Sekar Jepara.

Ia juga menyarankan  kepada masyarakat jika terasa ada gejala Covid-19 untuk segera memeriksakan diri  ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain agar dapat dilakukan penanganan secara cepat. “Sebab jika terlambat akibatnya bisa vatal,” tambahnya.

“Jangan takut hasilnya. Sebab  temuan kasus sejak dini justru bertujuan untuk melakukan penyembuhan  dan agar tidak menyebar kepada keluarga serta  juga orang lain,” ujar Ana Khomsanah Damiri. Sementara Satgas Kabupaten diharapkan dengan lebih sungguh-sungguh bekerja secara terkoordanasi dan sinergis.

Sebab  jika mencermati  indikator – indikator zonasi  risiko penyebaran Covid-19 di Jepara dalam 2 minggu terakhir, memang menunjukkan angka-angka yang kurang baik.

“Harapan kami indikator – indikator yang tentu tersusun berdasarkan basis data yang benar dapat dilakukan analisis untuk mengetahui kekurangan  serta upaya apa yang harus dilakukan,” ujar Ana Khomsanah Damiri.

Masuknya varian baru juga harus dicermati dan diantisipasi. “Jika ada pasien hasil laboratorium CT nya  di bawah 25 sebaiknya segera dibawa ke laboratorium FK UGM,” tambah Ana Khomsanah Damiri.

Hadepe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here