Pengiriman pasien Covid-19 ke Asrama Haji Donohudan, mulai hari ini dihentikan sementara. Foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Kudus menghentikan sementara pengiriman pasien Covid-19 untuk jalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Penghentian sementara ini lantaran kapasitas Donohudan saat ini sudah penuh terisi.

“Kapasitas Asrama Haji Donohudan sudah penuh terisi. Sementara, sisa ruangan yang ada akan diperuntukkan bagi pasien isolasi dari wilayah Solo Raya,”kata Asisten III Setda Kudus yang juga Plh Kepala Dinas Kesehatan , Masut, Jumat (11/6).

Masut menyebutkan, hari ini Pemkab juga akan mengirim 4 bus untuk penjemputan pasien Kudus yang sudah dinyatakan sembuh.

Meski demikian, jumlah pasien yang sembuh belum dipastikan mengingat harus menunggu hasil swab PCR.

“Jumlahnya belum tahu secara pasti karena mereka juga menunggu swab PCR. Kalau sudah negatif, ya dipulangkan,”ujarnya.

Sementara, terkait keluhan para pasien atas kurang maksimalnya pelayanan di Donohudan, kata Mas’ud, sudah menjadi bahan evaluasi Tim Satgas Kabupaten.

Selanjutnya, evaluasi tersebut akan menjadi bahan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pengelola Asrama Haji Donohudan.

Berdasarkan data yang ada, jumlah pasien Covid-19 Kudus yang sudah dikirim ke Donohudan sudah mencapai 529 pasien. Di antara pasien tersebut, 11 orang harus dirujuk ke RS karena mengalami gejala yang cukup berat, dan dua orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Tak hanya itu, dari penuturan para pasien yang ada di Donohudan, pelayanan kesehatan di sana dinilai belum maksimal.

Tidak ada pengecekan kesehatan secara berkala sebagaimana dijanjikan pemerintah saat proses pengiriman.

Kami hanya dikasih makan dan minum itu saja. Selebihnya tidak ada nakes yang mengecek kesehatan secara berkala atau suplai obat-obatan untuk mendukung penyembuhan kami,”kata Teguh, warga Dawe, Kudus yang menjalani isolasi di Donohudan.

Teguh juga menuturkan, minimnya pelayanan kesehatan tersebut juga dirasakan saat ada pasien yang mengeluh dan meminta untuk dirujuk. Bahkan, ada juga pasien ibu hamil yang mengeluhkan kontraksi di perutnya, tapi lama tidak direspon petugas.

“Namun, respon petugas sangat lamban. Kami di sini juga kekurangan air minum, obat-obatan,”tukasnya.

Tm-Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here