Para pengisi acara Pesbuker yang sedang siaran langsung menangis. Anwar BAB dan Vicky Prasetyo, eko Patrio, Vega, Raffi Ahmad, dan produser acara Pesbuker. Tengah Sapri Pantun. Foto: wied

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Pelawak Sapri Pantun meninggal dunia Senin, 10 Mei 2021, beberapa saat lalu. Dia meninggal di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Tangerang.

Teman-temannya yang sedang melakukan siaran secara live dalam acara Pesbuker di AN-teve menyampaikan kabar duka ini. Dan, mereka semua menangis mendengar kabar tersebut.

Sapri yang punya ungkapan khas“masa aer sampe mateng” ini, saat di panggung selalu “menjadi korban” atas ulah teman-temannya. Tetapi Sapri menerimanya, dan menganggap itu semua hanya peran.

Eko Patrio, Raffi Ahmad, Anwar BAB, Vicky Prasetyo, dan Vega Darwanti semua menangis sesenggukan. Acara Pesbuker yang biasanya penuh canda tawa riang gembira, berubah menjadi penuh tangis.

Sebelum Eko Patrio menyampaikan kabar meninggalnya Sapri, semua awak tampak dengan muka sembap menahan tangis. Eko mengabarkan bahwa Sapri sedang berada di ICU sebuah rumah sakit.

“Saat ini, Bang Sapri sedang dalam perawatan di rumah sakit. Kami memohon doa semua pemirsa dan teman-teman untuk kesembuhan Bang Sapri,” kata Eko Patrio.

Tak lama setelah Eko mengajak berdoa, kemudian muncul kabar bahwa Sapri sudah meninggal dunia. Kontan semuanya pun langsung syok. Mereka yang semula menahan tangis, akhirnya air mata pun tumpah.

Vega Darwanti yang biasa ngocol pun menangis, mengenangkan masa awal pertemuan mereka di Pesbuker. Begitu pula Anwar BAB yang tampak sangat tidak bisa menahan emosi, terlebih setelah mendengar kabar kematian Sapri Pantun.

Diabetes

Sebelumnya, Ilyas, adik pelawak Sapri, menyampaikan bahwa kakaknya sedang menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Tangerang.  “Memang benar (sempat kritis) saat menuju ke rumah sakit ini (Sari Asih),” kata Ilyas di RS Sari Asih, Ciledug, Tangerang.

Kondisi Sapri memang sempat kritis gara-gara penyakit diabetes melitus selama ini. Sebelum akhirnya menjalani perawatan rumah sakit, kadar gula dalam darah melebihi kadar normal yang ideal.

Ilyas menambahkan jika dirinya cukup kesulitan berkomunikasi dengan Sapri karena efek dari tingginya gula darah tersebut. Ia juga mengatakan bahwa kondisi Sapri saat itu kerap berbicara ngawur dan marah-marah.

“Saya sempat ada kabar dari adik-adik saya, dia ngomongnya sudah ngawur, nada bicaranya juga marah-marah,” tutur Ilyas.

Namun, setelah menjalani perawatan, Sapri pun telah melalui masa kritis. Pelawak yang identik dengan pantun tersebut mulai membaik kondisinya daripada sebelumnya.

“Setelah itu perkembangannya luar biasa dan sudah normal. Sudah (bisa melakukan komunikasi), sudah seperti biasa. Alhamdulilah sudah enggak (ngawur dan tidak marah-marah lagi saat komunikasi),” ucapnya.

Selamat jalan Sapri, nggak ada lagi yang “masa air sampe mateng di tipi”, karena kau telah pergi.

Widiyartono R