Suasana pemeriksaan luar jasad korban oleh tim Inafis Polres Grobogan. Foto : hana eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) -Seorang perempuan petani di Godong tewas tersambar petir, pada Sabtu 8 Mei 2021). Peristiwa ini terjadi ketika Jumiyati (58), warga Desa Guyangan bersama temannya sesama petani, berangkat ke sawah untuk membersihkan rumput. Mereka berangkat ke sawah pada pukul 05.30 pagi.

Sesampainya di sawah, tiba-tiba hujan deras. Mereka membatalkan niatnya untuk membersihkan sawah dan pulang ke rumah. Korban dan teman-temannya pulang sembari menuntun sepedanya. Para petani ini menuntun sepedanya secara beriringan di tengah sawah.

Tiba-tiba terdengar suara petir yang begitu keras.  Tukiyem (60) melihat Jumiyati sudah tergeletak di tengah sawah.  Panik melihat korban tergeletak, ia meminta tolong kepada Kusrlpah (44), temannya yang lain. Saat dipanggil, korban tidak menyahut.

Kusripah langsung meminta pertolongan kepada perangkat desa setempat. Laporan ini juga diteruskan ke Mapolsek Godong.

Kapolsek Godong, Iptu Daryanto membenarkan insiden tersebut. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, unit reskrim Polsek Godong bersama tim Inafis Polres Grobogan dan tim medis Puskesmas Godong II langsung ke lokasi kejadian.

“Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan luar dan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia karena tersambar petir. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga dan keluarga menolak dilakukan autopsi yang selanjutnya membuat surat pernyataan penolakan dilakukan autopsi,” ungkap Iptu Daryanto.

Dari insiden ini, Iptu Daryanto meminta kepada masyarakat agar tidak keluar rumah saat hujan disertai petir. Pihaknya juga mengimbau agar warga menggunakan alas kaki saat berjalan di luar rumah dalam kondisi cuaca tengah hujan untuk mencegah terjadinya insiden akibat tersambar petir.

Hana eswe