blank
Menjelang pelaksanaan Pelatda Sentralisasi, Tim Sepak Bola PON XX Jateng segera menciutkan punggawanya, dari 24 pemain menjadi 20 pemain. Foto: spr

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Tim Sepak Bola Jateng yang dipersiapkan untuk mengikuti PON XX/Papua pada September-Oktober mendatang, kini sudah mengerucutkan materi pemainnya menjadi 24 atlet.

Manajer Tim Sepakbola PON Jateng, Edi Sayudi, dalam rapat evaluasi di Sekretariat Asprov PSSI Jateng, Kompleks Stadion Citarum, Semarang, Rabu (5/5/2021) mengatakan, tugas berat dihadapi tim pelatih, untuk segera menciutkan lagi materi pemainnya, jelang pelaksanaan Pelatda Sentralisasi.

Sekarang dalam timnya tersisa 24 pemain, sedangkan kebutuhan cabor sepak bola hanya butuh 20 atlet, yaitu 18 pemain dan dua kiper.

BACA JUGA: Bank Jateng PEDULI BUMI SUKOWATI Bagikan Seribu Paket Sembako Bersama Pemkab Sragen

Dijelaskan dia, hingga saat ini pihaknya belum akan menciutkan materi tim menjadi 20 pemain. Tetapi dari 24 pemain itu nantinya, pihak manajemen akan menciutkan menjadi sekitar 22 pemain, sebelum memasuki Pelatda Sentralisasi.

”Saya minta kepada pelatih untuk segera menciutkan jumlah pemain, dari 24 orang menjadi 20 pemain. Karena dalam PON mendatang, pemain yang terpilih harus benar benar yang terbaik,” tutur Edi Sayudi.

Diungkapkan juga olehnya, Pelatda Sentralisasi untuk cabor sepakbola akan digelar mulai Juli 2021. Meski demikian, pihaknya merencanakan untuk menggelar sebulan lebih cepat, dengan tujuan agar pemain fokus dalam latihan.

BACA JUGA: Polres Tegal Amankan 10 Kendaraan Bawa Pemudik

Dia menjelaskan, saat ini sebenarnya tim Sepakbola PON XX Jateng, masih di masa Pelatda Desentralisasi. Pelatda ini memang hanya mewajibkan para atlet berlatih sendiri di daerah. Namun secara berkala, pihaknya mengumpulkan pemain untuk mengevaluasi latihan mereka.

”Alhamdulillah, dengan cara ini kami bisa menjaga kondisi anak-anak tetap dalam koridor standar latihan. Artinya, kondisi anak-anak tidak drop seperti kalau mereka dibiarkan latihan sendiri di rumah,” jelas Edi lagi.

Selama ini, tim dikumpulkan di wisma Balai Pengembangan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (BP2KLK) Provinsi Jawa Tengah atau Diksus di Mangunharjo, Semarang. Sedangkan untuk latihan teknik dan fisik dipusatkan di Lapangan Ngemplak, dan Lapangan Daleman, Mranggen, Kabupaten Demak.

Diungkapkan pula, untuk Pelatda Sentralisasi menurut rencana akan tetap digelar di tempat yang sama. Namun pihaknya tengah mengupayakan untuk menggelar latihan ke luar Kota Semarang, guna mengurangi kejenuhan para pemain.

”Mumpung waktunya masih lama, kami akan mencoba untuk membuat program seefisien mungkin, tetapi tetap efektif secara teknik. Ini pelatih sedang membuat programnya,” pungkas Edi Sayudi.

Sigit PR-Riyan