Tim Gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri ketika melakukan operasi di Alun-Alun Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Tim Satgas Covid Kabupaten Wonosobo membubarkan kerumunan yang terjadi di Alun-alun Wonosobo pada malam hari usai shalat tarawih.

Tim yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan Satpol PP tersebut membubarkan ratusan warga yang berkumpul di alun-alun pasca berbuka puasa hingga usai shalat tarawih, Kamis (6/5).

“Hal ini kami lakukan karena tingkat kerumunan yang terjadi di Alun-Alun sudah dalam taraf membahayakan dan dapat berpotensi menjadi tempat penyebaran virus Covid-19,” terang Kasatpol PP, Haryono, melalui Kabid Tramtibum Hermawan Animoro

Disamping tidak menjaga jarak, ratusan warga yang didominasi oleh remaja tersebut juga mengabaikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 lainnya dengan tidak menggunakan masker.

“Dalam operasi tersebut kami masih menjumpai banyak dari pengunjung alun-alun yang juga tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak sehingga kami ambil tindakan tegas,” tambah Hermawan.

Kembang Api

Barang bukti kembang api yang disita petugas Satpol PP dari Alun-Alun Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Selain membubarkan kerumunan, tim gabungan juga menyita ratusan kembang api berbagai jenis dari pengunjung dan pedagang bermobil yang nekat berjualan di wilayah Alun-Alun.

Pihaknya juga mengamankan ratusan kembang api dari pengunjung, karena membunyikan kembang api secara sporadis. Sehingga dapat membahayakan serta menimbulkan gangguan terhadap warga yang lain.

“Sedangkan dari pedagang juga kami amankan karena masih nekat berjualan di wilayah Alun-Alun. Ruang publik tersebut selama ini tidak diperbolehkan untuk berjualan,” ujarnya.

Operasi yang digelar secara periodik tersebut bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi tramtibum yang kondusif serta mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

Operasi semacam ini, menurutnya, disamping operasi lain, akan digelar secara berkala sampai dengan Idul Fitri nanti, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Wonosobo.

“Juga untuk menciptakan situasi dan kondisi tramtibum yang kondusif sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan baik,” pungkasnya.

Muharno Zarka