blank
Atlet disabilitas asal Kabupaten Wonosobo, yang siap mengikuti Pelatda NPCI Jateng. Foto: Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Sebanyak tujuh atlet disabilitas asal Kabupaten Wonosobo, turut dipanggil dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Provinsi Jawa Tengah.

Pemanggilan itu berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum NPCI Provinsi Jateng No: 07 Skep/NPCI-JTG/IV/2021, tentang penunjukkan atlet, pelatih, asisten pelatih dan tim kesehatan dalam Pelatda NPCI Jateng,

Ada pun tujuh atlet Wonosobo yang dipanggil adalah, Sumiarti cabor panahan kelas Recurve Standing (disabilitas fisik), Husni Khafifah (atletik kelas F+54/disabilitas sensorik rungu wicara) dan Istangin (bulu tangkis kelas SL 3/disabilitas fisik).

BACA JUGA: Semen Gresik Gelar Webinar dengan Kejaksaan untuk Perkokoh Tata Kelola Perusahaan

Selain itu ada pula Narimah (bulu tangkis kelas SL 3/disabilitas fisik), Triyono (bulu tangkis kelas SL 4/disabilitas fisik), Dinar Sufi Pramesti (renang kelas S 15/disabilitas sensorik rungu wicara) dan F Pantjasilaistiono (tenis meja kelas TT 8/disabilitas fisik).

Pemanggilan atlet itu didasarkan pada beberapa prestasi yang telah diraihnya. Di antaranya Kejuaraan Provinsi tahun 2019 dan Seleksi Daerah NPCI Jateng, akhir bulan lalu.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, Pelatda dilakukan sebagai langkah persiapan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Perpanas) XVI/Papua Tahun 2021.

”Dengan dipanggilnya atlet disabilitas Wonosobo dalam Pelatda Jateng, menjadi salah satu indikator baik, bahwa Wonosobo mampu mengembangkan keolahragaan disabilitas,” kata Afif dalam keterangannya, Jumat (8/4/2021).

Pihaknya berharap, keolahragaan disabilitas di Wonosobo terus maju dengan mencetak atlet-atlet yang berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Wonosobo.

Muharno Zarka-Riyan