blank
Sianita Arighi saat memerankan Ratu Kalinyamat sedang bertapa. ( Foto : Dok )

JEPARA (SUARABARU.ID) – Wanita kelahiran Surakarta, 1 Juni 1995 ini dikenal sebagai pelaku seni tari. Ia memang memiliki rekam jejak yang panjang di dunia tari tradisional. Sebab  sejak berusia 9 tahun ia telah mulai bergabung dengan  Kemantren Langen Projo  Mangkunagaran dan Pakarti, sanggar tari khusus para abdi keraton.

blank
Sianita dalam film Sang Ratu saat bersama dua keponakannya, Prihatin dan Semangkin.

Sianita Arighi, demikian nama wanita yang karena kemampuan dalam olah tari tradisional kemudian tampil di banyak negara mewakili Indonesia. Sarjana ilmu komunikasi yang mendapatkan peran sebagai Ratu Kalinyamat dalam film Sang Ratu yang digarap oleh Didin Ardiyansyah mewarisi darah seni  dari ayahnya, almarhum  R. Sriyono  atau yang juga dikenal dengan panggilan  Kanjeng Raden Tumenggung Kriyodiningrat.

Bagi Sianita darah seni yang mengalir dari ayahandanya menjadi  motivasi yang sangat bernilai. Karenanya ia ingin dengan sungguh-sungguh menuntut ilmu kepenarian tradisional Jawa khususnya tari klasik gaya Surakarta.

blank
Sianita ikhlas menjalani proses sebagai pelestari seni tari tradisi. ( Foto : Dok Pribadi )

Sarjana Ilmu Komunikasi ini sejak usia 4 tahun sudah mengenal kesenian tari.  Namun baru pada  tahun 2004  ia  memulai karirnya lewat Sanggar Tari Soeryo Soemirat Istana Mangkunegaran Surakarta hingga sekarang. Saat itu usia Sianita 9 tahun.

Berkat kesungguhan dan ketekunannya, putri  pasangan almarhum  R. Sriyono dan Sukini Yulistyani ini telah memiliki banyak pengalaman khususnya di bidang seni tari. Beberapa prestasi pernah diraih Sianita. Bahkan ia  pernah tampil dalam  opening dancer Miss World 2013. Juga menjadi  kontingen pekan seni mahasiswa nasional tahun 2014 dan 2016, serta insan tari UNS 2016 dan 2017.

blank
Sianita dalam peran Sebagai Ratu Kalinyamat dalam Film Sang Ratu.

Sianita juga pernah mendapatkan kepercayaan menjadi bagian dari  perwakilan Indonesia di ajang London –  Indonesia Weekend 2016 di London Inggris. Kala itu ia berkolaborasi dengan Didik Nini Thowok. Juga  perwakilan Indonesia di acara Dans Festival 2015 mewakili  istana Mangkunegaran di Singapura. Bukan hanya itu,  Sianita juga  menjadi penari jathilan mewakili Indonesia di Changi Festival 2010 di Singapura.

Selain itu beberapa karya tari telah di hasilkan antara lain, Donahue (2015), Kenya Gumregah (2018), dan juga sebagai 5 terbaik tingkat Jawa Tengah (2020).

blank
Ratu Kalinyamat memerintahkan prajurit Jepara menyerang Portugis di Malaka.

Saat ini finalis 5 besar putri Solo 2015 ini telah berdomisili di Kabupaten Jepara. Beberapa acara yg pernah melibatkan Sianita antara lain, Diplomatic Tour 2018 Jepara, Hari Jadi Jepara tahun 2018 dan 2019 serta Parade Jawa Tengah 2018.

Berusaha Tetap Setia

Dalam perbincangan khusus dengan SUARABARU.ID, Sianita Arighi menuturkan proses tumbuhnya cinta pada seniu tari klasik. “Ayah yang semula menanamkan pentingnya nguri-uri budaya Jawa warisan leluhur. Benih itu ditanam ayak sejak masih kecil. Saat saya usia 4 tahun telah bisa menari,” ujar Sianita. Bahkan kemudioan mendapatkan kesempatan untuk berlatih di Kemantren Langen Projo  Mangkunagaran dan Pakarti, sanggar tari khusus para abdi keraton, tutur Sianita.

blank
Para pemegang peran film Sang Ratu.

Bukan hanya seni tari yang diajarkan. Tetapi juga makna filosofis gerakan-gerakan tari yang diajarkan. “Juga manfaatkannya bagi perkembangan peradaban dan budaya bangsa ditengah-tengah persaingan budaya dunia,” tutur Sianita. Kecintaan itu akhirnya tumbuh  hingga  semakin menambah kekaguman saya pada seni tradisi

Seperti halnya pegiat seni  tradisi lain, Sianita merasa  bahwa budaya adhiluhung bangsa membimbing dan menuntun dia untuk menjalani proses secara ikhlas. “Semua dilakukan agar budaya dan seni tari tradisi  tetap lestari,” tutur Sianita. Ia sadar, tidak mudah melestarikan  seni tradisi ditengah-tengah penetrasi budaya asing yang sangat dahsyat, tambahnya.

Sianita juga mengajak warga Jepara untuk meneladani karakter dan spirit perjuangan  Ratu Kalinyamat. Agar lebih jelas, Sianita mengajak warga Jepara untuk melihat pemutaran Film Ratu Kalinyamat yang akan dilakukan Jumat (9/4-2021) jam 20.00 Wib. “Film Sang Ratu bisa disaksikan via youtube di :

https://www.youtube.com/watch??v=21.52FWEdggo.

Hadepe

blank

blank

blank

blank