blank
Kepala Bareskrim Polri, Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. bersama Direktur IV Narkotika Bareskrim, Krisno Halomoan Siregar, S.I.K saat kunjungan di Kantor BNN RI, Jakarta Timur. Foto: Dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Sekretaris Utama BNN, Drs. Dunan Ismail Isja, M.M. dan Deputi Pemberantasan BNN Drs. Arman Depari menerima kunjungan kerja dari Kepala Bareskrim Polri.

Dalam kunjungannya di kantor BNN RI, Jakarta Timur tersebut, Kepala Bareskrim Polri, Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. didampingi Direktur IV Narkotika Bareskrim, Krisno Halomoan Siregar, S.I.K.

Pada kesempatan itu mereka membahas rehabilitasi dan proses tahapan untuk rehabilitasi. Hal ini dilakukan guna mengurangi jumlah narapidana (napi) yang terjerat kasus narkoba.

Diketahui, saat ini sebagian besar jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan napi kasus narkoba, yang tertangkap oleh Bareskrim Polri maupun BNN.

Kepala BNN RI berharap dengan adanya program Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang diterapkan secara maksimal dapat memilih mana pengguna, mana pengedar, serta mana bandar narkoba.

“Jika dalam proses pemeriksaan dinyatakan sebagai penyalah guna, dapat mengajukan rehabilitasi,” ungkap Dr. Petrus Reinhard Golose dalam rilisnya, Rabu (31/3/2021).

Selanjutnya, sambung Dr. Petrus, untuk proses pemulihan pecandu narkoba akan diarahkan di enam Loka/balai besar rehabilitasi milik BNN, seperti balai besar rehabilitasi BNN Lido, Sukabumi Jawa Barat, Balai Besar Rehabilitasi BNN Baddoka, Sulawesi Selatan, Balai Besar Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Samarinda Kalimantan Timur, Loka Rehabilitasi BNN Batam, Kepulauan Riau, Loka Rehabilitasi BNN Kalianda, Lampung Selatan dan Loka Rehabilitasi BNN Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sementara itu dalam kunjungan tersebut juga membahas tentang desa Bersih Narkoba (Bersinar).

Dr. Petrus berharap, Desa Bersinar dapat digelorakan secara bersama-sama dengan menggandeng Bareskrim Polri, Kementerian terkait, dan stakeholder lainnya.

Ning