blank
Eks Plt. Kakanwil Kemenkumham Jateng, Lucky Agung Binarto, S.H., CN.,M.M bersama istri saat pelepasan dengan penghormatan pedang pora. Foto: Ning

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lepas Sambut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jateng, dari Lucky Agung Binarto, S.H., CN.,M.M kepada A. Yuspahruddin BH, Bc. IP., M.H digelar di Aula Kanwil Kemenkumham Jateng, Jumat (19/3/2021).

Walau sebentar mengemban tugas sebagai Plt Kakanwil Kemenkumham Jateng, Lucky mengaku bangga.
Apalagi dirinya bisa menumbuhkan jalinan ikatan kekeluargaan yang paling berkesan baginya.

Lucky menjabat sebagai Plt Kakanwil Kemenkumham Jateng sejak 22 Januari 2021. “Saya bersyukur meskipun hanya menjadi Plt selama satu bulan delapan belas hari, tapi pernah merasakan menjadi Kakanwil Kemenkumham Jateng,” ujarnya sembari bergurau.

Baca Juga: Sambut HUT Kota Semarang, Wali Kota Semarang Ziarahi Makam Ki Ageng Pandanaran

Lucky menegaskan, bekerja itu harus komunikatif, kompak dan solid (K2S). “Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bekerja sama secara K2S yang dilandasi kekeluargaan,” tuturnya.

Dirinya juga meminta kepada jajaran Kemenkumham Jateng agar membantu Kakanwil yang baru untuk meraih keberhasilan bersama.

“Saya minta teman-teman membantu pak Yuspah untuk meraih mimpi-mimpi mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM).

blank
Kakanwil Kemenkumham baru, A. Yuspahruddin BH, Bc. IP., M.H. Foto: Ning

Baca Juga: Grab Beri Apresiasi pada Tenaga Kesehatan atas Penanganan Covid-19 di Semarang

Saat ditanya terkait tantangan, Lucky menyebut bahwa tantangannya karena dinamikannya sangat tinggi. “Banyak target kinerja yang harus dilaksanakan, diantaranya WBK dan WBBM.

Dirinya berharap di bawah kepemimpinan Kakanwil yang baru, Jawa Tengah bisa lebih menunjukkan kinerjannya yang lebih bagus, utamanya dalam pelayanan publik.

Sementara itu Kakawil baru, Yuspahruddin menyatakan akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Lucky.

Baca Juga: Whiz Hotel Pemuda Semarang Tawarkan ‘Paket Akad’ Harga Bersahabat

“Paling tidak separo dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) harus mencapai WBK, harus mendapat WBK,” tandasnya.

“Caranya ya harus memperbaiki pelayanan publik, itu kuncinya. Dan tidak ada korupsi. Sedangkan yang sudah WBK bisa menjadi WBBM,” tegasnya.

Ning