SEMARANG (SUARABARU.ID)- Satu tahun bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dan penuh berkah, maka  dalam satu pekan hari yang paling istimewa adalah hari Jumat.

Para ulama dan mubalig selalu memberikan arahan kepada umat, agar memanfaatkan hari Jumat dengan amalan yang sebanyak-banyaknya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الجُمعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْن الجُمُعَةِ وَزِيادَةُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ، وَمَنْ مَسَّ الحَصَا فَقَدْ لَغَا)). رواه مسلم.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang berwudhu’ lalu memperbaguskan wudhu’nya dan mendatangi shalat Jum’at, mendengarkan – khutbah serta berdiam diri – tidak bercakap-cakap sedikitpun.

Maka diampunilah untuk antara Jum’at itu dengan Jum’at yang berikutnya dan ditambah pula dengan tiga hari lagi.

Barangsiapa yang memegang – mempermain-mainkan – batu kerikil – di waktu ada khutbah – maka ia telah berbuat kesalahan.” (Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Berwudhu merupakan syarat sahnya shalat maka hendaknya dilakukan dengan benar, baik dan sempurna.

2- Makna ampunan baginya diantara dua Jumat dan ditambah tiga hari, yaitu: Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh semisalnya.

3- Hadist tersebut sebagai isyarat adanya anjuran untuk fokus yaitu: hati, fikiran dan seluruh anggota badan kepada khutbah, dan menjauhkan dari yang sia-sia.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

– Allah SWT telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk berkumpul guna mengerjakan ibadah kepada-Nya di hari Jumat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah. (Al-Jumu’ah: 9).

Suarabaru.id.