blank
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat acara Rakor FPBI. foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengaku gerah didatangi sejumlah guru Wiyata dari beberapa sekolah yang ada di Kudus.

Pasalnya, para guru Wiyata ini meminta rekomendasi agar dapat masuk data Dapodik sebagai syarat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kegerahan Hartopo ini cukup beralasan mengingat secara aturan guru Wiyata disekolah negeri tidak dapat masuk dalam Dapodik.
Justru guru dari sekolah swasta dengan cukup rekomendasi dari yayasan sekolah yang bersangkutan, maka mereka dapat masuk dalam dapodik.

“Beberapa guru wiyata dari sekolah negeri sejak beberapa hari lalu pada berdatangan silih berganti menemui saya mas. Intinya, mereka minta rekomendasi saya agar dapat masuk dalam dapodik. Mereka ingin dapat ikut menjadi PPPK,” kata Hartopo, Rabu (10/3).

Baca jugaTak Lolos Seleksi PPPK, Guru Honorer K2  ‘Siluman’ Wadul ke Plt Bupati