Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho (Kanan) bersama ketua Senat Prof Adi Sulistiyono (Kiri) sedang  memasang kalung guru besar kepada salah satu dari enam guru besar yang dikukuhkan dalam Sidang Senat Akademik berlangsung secara daring dan luring di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram kampus setempat, Selasa (9/3) (dok/Humas UNS)

SURAKARTA(SUARABARU.ID) – Untuk pertama kalinya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengukuhkan enam guru besar sekaligus.

Upacara pengukuhan guru besar yang berlangsung menjelang dies natalis ke 45 UNS Surakarta berlangsung dalam Sidang Senat Akademik secara luring dan daring dipimpin Rektor Prof Jamal Wiwoho di Auditorium GPH Haryo Mataram kampus setempat, Selasa (9/3)

Guru besar yang dikukuhkan Prof Dr Bandi MSi, Ak, CA, CT, CPA sebagai guru besar bidang Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB),  Prof Dr Izza Mafruhah SE, MSi guru besar bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan FEB.

Kemudian Prof Dr Joko Triyono ST, MT guru besar bidang Ilmu Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT), Prof Dr Ir Sudadi MP guru besar bidang Ilmu Teknologi Pupuk Hayati Fakultas Pertanian (FP), Prof Dr Ir Endang Yuniastuti MSi  guru besar bidang Ilmu Genetika Tanaman FP UNS, dan Prof Dr Ir Supriyadi MS yang merupakan guru besar bidang Ilmu Hama Tanaman FP UNS.

Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho dalam sambutannya mengatakan, Universitas Sebelas Maret Surakarta untuk pertama kali mengukuhkan enam guru besar secara bersamaan. Bertambahnya enam guru besar baru, menjadikan jumlah guru besar UNS secara keseluruhan sebanyak 235 orang . Dari jumlah disebut terakhir sebanyak 131 orang di antaranya adalah guru besar aktif.

Dalam era Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), tuntutan agar guru besar terus berinovasi sangat dianjurkan dan menjadi salah satu ukuran keberhasilan pencapaian target kinerja PTNBH. Kerja berinovasi wajib menjadi arus utama karena inovasi diyakini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa.

Saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dan berubah dengan sangat cepat. Dalam menghadapi situasi tersebut, institusi pendidikan tinggi merupakan institusi yang paling siap dan responsif menjadi rujukan perubahan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Inilah sebabnya dengan otoritas keilmuannya, keberadaan guru besar sangat penting untuk menciptakan pusat-pusat keunggulan yang strategis. Hal ini yang pada akhirnya akan mendorong kemajuan UNS dan keberlangsungan hajat hidup bangsa dan negara Inonesia,” tandas Rektor UNS.

Pada bagian lain sambutannya Prof. Jamal Wiwoho  mengajak keenam guru besar UNS yang baru saja dikukuhkan agar lebih produktif melakukan penelitian, menulis buku, dan melakukan publikasi ilmiah di jurnal internasional terakreditasi serta menghasilkan karya-karya inovatif. Terlebih, pada tahun 2021, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) telah mengucurkan dana riset unggulan untuk 12 PTNBH dengan nilai sebesar Rp. 399,3 miliar.

“Ini kesempatan baik dan ajang pembuktian bagi kita untuk menunjukan klaster riset dan inovasi UNS yang maju, yang sanggup merespons tantangan masa depan bangsa yang kian pelik dan kompleks,” harapnya.

Bagus Adji -wied