Ibu-ibu PKK Sukodono antusias ikuti pelatihan pembuatan konektor masker rajut.

JEPARA (SUARABAARU.ID) – Covid-19 bukan saja  persoalan kesehatan, tetapi dampaknya merambah dan berpengaruh terhadap hampir semua sendi kehidupan. Salah satu dampak besar adalah di bidang ekonomi berupa berkurangnya peluang usaha bagi ibu-ibu.

Karena itu pada kegiatan mitra, KKN Tematik X Unisnu Jepara, Kelompok KKN 21 menyelenggarakan  Pelatihan Pembuatan Konektor Rajut. Tujuannya  untuk mengembangkan kreativitas inovasi dan membuka peluang usaha bagi ibu-Ibu anggota PKK RT 4 RW 4 Desa Sukodono, Tahunan, Jepara. Kegiatan yang berlangsung hari Minggu  (7/3/2021) di balai desa ini diikuti oleh  12 peserta.

Tim KKN kelompok 21 di Desa Sukodono

Pembuatan konektor masker  rajut  menurut Ketua Kelompok 21 Fatakhu Rian merupakan peluang usaha khususnya di era pandemi covid-19. “Disamping untuk memotivasi warga untuk kreatif ditengah pandemi, ini juga untuk menggerakkan masyarakat agar selalu  mematuhi protokol kesehatan, salah satunya adalah mengenakan masker,” ujar Fatakhu Rian. Apalagi konertor rajut  ini dapat melindungi telinga dan memudahkan bagi perempuan berhijab.

“Harapannya pelatihan ini dapat mendorong warga untuk berwirausaha. Kuncinya memiliki keterampilan dan berani memulai,  kreatif, berkemauan keras, analitik, dan yakin pada produk usahanya / positif,” ungkap Fatakhu Rian.

Ibu-ibu warga Sukodono sangat kreatif ketika awal kegiatan PKK dihentikan demi mematuhi protokol kesehatan agar tidak melakukan kerumunan.  Mereka membuat masker kain untuk dijual. Hasilnya kembali kepada mereka untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

“Senang sekali bisa terlibat di pelatihan pembuatan konektor masker sebagai pelengkap masker kain yang sudah kami buat. Selanjutnya, saya akan membuat banyak konektor masker untuk dijual,” ujar Eni Astuti, peserta pelatihan dari desa Sukodono.

Sementara Ngatini, Ketua PKK Desa Sukodono berharap adanya pelatihan pembuatan konektor masker ini, ibu-ibu dapat  memanfaatkan peluang usaha untuk meningkatkan keterampilan dan perekonomian keluarga. Semoga di kegiatan KKN berikutnya ada pelatihan serupa yaitu membuat rajut dompet dan tas,” ujarnya.

Sedangkan Aliva Rosdiana selaku DPL KKN kelompok 21 serta pemateri pelatihan pembuatan konektor masker, menilai ibu-ibu warga desa Sukodono sangat kreatif dan sangat tahu peluang apa yang harus diambil di era pandemi saat ini. Kreativitas, inovasi, ketrampilan dan  semangat sangat diperlukan untuk bertahan di tengah pandemi, tambahnya

Hadepe – Klp 21 – mul