blank

SOLO (SUARABARU.ID) Politeknik Santo Paulus Surakarta menggelar Pelatihan Pengambilan Bahan Pemeriksaan Nasoofaring (Swab) bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) dan mahasiswa pada Minggu (28/2) di halaman Kampus 2 di Jalan Tulang Bawang Kadipiro Surakarta.

Kegiatan yang diikuti oleh 83 peserta ini dibuka oleh Direktur Politeknik Santo Paulus Surakarta F Pramono Djati STP MKes dan terbagi menjadi dua sesi pelatihan.

Menurut F Pramono Djati, kegiatan pelatihan swab ini bertujuan untuk meningkatkan skill ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medis) dan mahasiswa bidang kesehatan, dalam usaha cara mendapatkan bahan pemeriksaan (swab) yang benar sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan yang benar.

“Kami berharap dengan pelatihan ini ada peningkatan skill bagi ATML dan mahasiswa agar nantinya mereka tau cara mendapatkan bahan pemeriksaan (swab) yang benar sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan Swab yang benar dan bisa dipertanggung jawabkan ” ungkap F Parmono.

“Selain kami juga berharap ATLM dan mahasiswa kesehatan terupgrade skill-nya dalam hal pengambilan spesimen dan pembacaan hasil covid-19” tambahnya.

Sementara ketua panitia, Anggraeni Sih Prabandari, SSi MSc menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sudah mengantongi ijin dari Satgas Covid-19 Surakarta dan sepengetahuan kelurahan setempat.

“Kegiatan ini terselenggara kerjasama Politeknik Santo Paulus Surakarta dengan Rumah Sakit Brayat Minulyo Surakarta dan materi disampaikan oleh dr. Albertus Septian Rahardi yang juga sebagai anggota satgas penanganan COVID-19” ungkap Anggraeini.

“Pada pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang macam pengujian covid-19, teknik pengujian, alat yang digunakan namun juga praktek dalam mengambil specimen” tambahnya.
Dalam pelaksanaan pelatihan ini semua peserta dan panitia menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan APD lengkap.

Pada pelaksanaannya, para peserta saling mengambil specimen dengan peserta lain dengan didampingi trainer dan asisten trainer yang sudah berpengalaman dalam melakukan pengambilan specimen pengujian covid-19.