blank
Sejumlah tokoh masyarakat usai melakukan audiensi dengan Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi SIK MT. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi, SIK MT mengatakan jajarannya siap mempelopori pelaksanaan kajian kitab kuning bagi personil kepolisian bersama elemen masyarakat lainnya.

“Sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolri kami akan segera mengawali kajian kitab kuning yang akan diselenggarakan tiap hari Kamis sepekan sekali,” katanya.

AKBP Ganang Nugroho Widhi SIK MT mengungkapkan hal itu, saat menerima audiensi tokoh masyarakat dan elemen pemuda Wonosobo di Aula Endra Dharmalaksana Polres setempat, Kamis (4/3).

Guna merealisasikan gagasan tersebut, Kapolres Wonosobo akan menggandeng tokoh agama dan alim ulama untuk mengisi kajian kitab kuning di jajarannya.

Pelaksanaan kajian perdana kitab kuning direncanakan dilakukan Kamis, 18 Maret 2021 mendatang dan akan diikuti sekitar 50 anggota Polri di lingkungan Polres Wonosobo.

“Pada dasarnya kami masih awam bagaimana kajian kitab kuning yang akan dilaksanakan. Tapi sebagai respon instruksi Kapolri, kami mendukung penuh program tersebut dilaksanakan di Polres Wonosobo,” ujarnya.

Ketua Umum Jamaah Yasin Nusantara (Jayanusa) Idham Cholid, menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung rencana Kapolres Wonosobo untuk mengadakan kajian kitab kuning bagi anggotanya.

“Jayanusa dan para ulama Wonosobo mendukung langkah yang akan ditempuh Kapolres untuk mengadakan kajian kitab kuning. Secara tekhnis dan metodologi kami siap melaksanakan program tersebut”, katanya.

Paham Radikal

blank
Kapolres Wonosobo, AKBP Ganang Nugroho Widhi SIK MT. Foto : SB/Muharno Zarka

Lebih lanjut Idham Cholid, yang juga mantan anggota DPR RI itu, siap mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan dengan Menteri Agama RI Yaqut Kholil Qoumas dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mensukseskan program kajiab kitab kuning di jajaran kepolisian.

“Polres Wonosobo akan jadi pilot proyek program Kapolri tentang kajian kitab kuning. Sehingga ke depan apa yang dilakukan di sini bisa diikuti jajaran Polres lainnya,” kata dia.

Sementara itu, M Muqorrobin Thoha, Pengasuh Pondok Ngaji dan Majelis Ta’lim H Dahlan, Yayasan Masjid Al Manshur menambahkan pihaknya siap bekerjasama mensukseskan program kajian kitab kuning yang akan dilaksanakan Polres Wonosobo.

”Kami sangat mengapresiasi respon cepat Kapolres yang akan mewajibkan anggotanya mengikuti kajian kitab kuning. Ini langkah positif yang harus didukung oleh semua pihak,” katanya.

Muqorrobin mengajak kalangan santri dan alim ulama untuk mensuport program Kapolres Wonosobo tersebut. Sebab, hal itu, menjadi tradisi baru di lingkungan kepolisian.

Merespon program Kapolres, Kapolsek Kejajar IPTU H Muh Nur Hasan SH MH, menyambut baik kajian kitab kuning yang akan dilaksanakan jajaran Polres Wonosobo.

”Kegiatan kajian kitab kuning ini sangat bagus manfaatnya bagi para personil Polri dalam rangka membentengi pengaruh negatif paham radikal yang saat ini berkembang,” katanya.

IPTU Nuh Nur Hasan SH MH menandaskan, paham radikal tidak akan berkembang manakala anggota Polri dapat memahami ajaran Islam secara kaffah, utuh dari sumber aslinya yakni melalui kajian kitab kuning.

“Kalau personil Polri yang sudah kuat aqidah dan mendalam pemahaman ajaran Islamnya tidak akan mudah tergoda oleh pemahaman radikal. Tidak ada lagi ceritanya anggota Polri terpapar paham radikal,” ungkapnya.

Muharno Zarka