Dengan membasuh wajah menggunakan air dari Curug Siklothok, dipercaya terlihat awet muda dan berbagai penyakit di dalam tubuh akan nglothok (hilang).  Foto: Widiyas Cahyono

PEGUNUNGAN Menoreh memang kaya dengan pemandangan alam yang indah, juga hasil pertanian dan perkebunan seperti kopi, durian, manggis, bahkan ada tambang marmer juga di sana. Juga ada air terjun indah namanya Curug Siklothok.

Ya, Curug Siklothok adalah salah satu kekayaan alam Pegunungan Menoreh, secara khusus di Ngabean, Kaligono, Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

Berkunjung ke Curug Siklothok, wisatawan akan mendapat suguhan keindahan tidak hanya satu  air terjun saja, melainkan ada  tiga air terjun  tingkat. Ketiga air terjun tingkat tersebut mempunyai ketinggian yang berbeda- beda.

Air terjun paling bawah bernama Curug Siklothok dengan ketinggian kurang lebih 30 meter, kemudian air terjun tanpa nama dengan ketinggian sepuluh meter berada di atas Siklotok. Lalu paling atas terdapat Curug Silangit dengan ketinggian sedikitnya 60 meter.

Tidak jauh dari Curug Siklothok juga terdapat Curug Silangit, yang lebih tinggi air terjunnya. Foto: Supriyadi/ragamwisata.com/

Banyak Kedung
Selain itu, terdapat beberapa kedhung  atau lubuk. Bagian dari aliran sunggai yang punya kedalaman lebih disbanding lainnya. Kedung-kedung ini kemudian menjadi tempan pemandian.

Di bawah air terjun Siklotok, ada Kedung Bunder yang  memiliki kedalaman sekitar dua meter. Sementara di atas curug terdapat Kedung Sedandang (4,75 meter), Kedung Lesung (2,5 meter) dan Kedung Kuali (3,25 meter) dan Kedung Kendit di tengah Curug Silangit

Sebagai air terjun bersumber mata air alami, Siklothok termasuk jernih dan hanya sedikit keruh akibat pengaruh sedimentasi batu kapur yang menjadi material utama gugusan Menoreh.

Namun pengunjung juga harus waspada jika datang ke kawasan curug ada musim hujan, karena, sungai tersebut  aliran airnya  besar ketika hujan deras mengguyur kawasan sumber mata airnya.

Untuk menuju Curug Siklothok, para pengunjung harus trekking ringan terlebih dahulu sekitar 750 meter dari area parkir kendaraan dan  melintasi jalan  setapak berbatu dan mendaki.

Ya, bagi anak-anak muda tentu tidak ada masalah kalau Cuma sekadar trekking apalagi jaraknya kurang dari satu kilometer. Sepanjang perjalanan menuju Curug Siklothok pandangan mata  akan dimanjakan  beragam flora nan hijau khas daerah tersebut seperti pohon durian, manggis, dan  lainnya.

Rasa capai  selepas trekking ringan akan hilang, seirama dengan terdengarnya gemercik suara air terjun  yang  terdengar jelas dalam keheningan.

Selain memberikan rasa segar, air yang mengalir dari Curug Siklothok tersebut juga dipercaya  bisa membuat wajah terlihat awet muda dan berbagai penyakit di dalam tubuh akan  nglothok (hilang).

Para wisatawan selain bisa berenang atau berendam di kolam alami yang airnya berwarna biru tosza, juga bisa menguji andrenalinnya, dengan merasakan sensasi flying fox .

Widiyas Cahyono-wied