Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, melihat perbaikan sementara kerusakan jalan di ruas Jalur Pantura Lingkar Pati, Selasa (23/2/2021). Foto: dok/ist

PATI (SUARABARU.ID)– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo gerak cepat dalam penanganan kerusakan jalur Pantura. Usai memanggil Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY ke kantornya, untuk rapat terkait penanganan kerusakan pantura, Selasa (23/2/2021), Ganjar langsung mengajak tim BBPJN mengecek secara langsung kerusakan jalan itu.

Sambil mengecek proses vaksinasi di Kudus dan Pati, Ganjar mengajak Kepala BBPJN Jateng-DIY, Satrio dan jajarannya, melintasi jalur-jalur Pantura mulai Semarang, Demak, Kudus dan Pati.

Di sejumlah ruas jalur itu, banyak sekali lubang menganga cukup dalam dan membahayakan pengendara. Tak hanya itu, kondisi jalan yang rusak juga membuat arus lalu lintas tersendat dan menimbulkan kemacetan.

BACA JUGA: Pemprov Jateng Tebar Kuota Asuransi Padi di 29 Kabupaten

Ganjar sempat berhenti di Demak, untuk melihat proses perawatan jembatan yang ada di sana. Dia juga sempat berhenti di jalur Pantura Lingkar Pati, karena melihat ada sejumlah pekerja yang sedang memperbaiki jalan berlubang.

”Tadi pagi saya sudah rapat bersama BBPJN, dan kita minta dipercepat. Kemarin saya sudah cek Pantura mulai Semarang, Kendal, Batang sampai Pekalongan, sekarang saya tengok Semarang, Demak, Kudus dan Pati. Saya ajak kawan-kawan ini untuk melihat kondisi kerusakannya yang memang cukup parah,” kata Ganjar pada para awak media.

Dia menambahkan, akan membantu Balai Besar Jalan, agar anggaran perawatan yang tidak terlalu banyak, dikonsentrasikan semua di depan atau awal tahun ini. Sebab melihat kondisi kerusakannya yang cukup parah, sehingga harus menjadi prioritas.

”Kementerian PUPR sebenarnya sudah menyiapkan program-program long segmen, tapi ada yang selesai kontrak, ada yang belum. Rata-rata mulai pengerjaan Maret atau April. Untuk tindakan sementara berupa penambalan kan mendesak, maka saya minta kerja sama pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelamatkan,” terangnya.

Ganjar menegaskan, semua kerusakan jalan itu mesti beres. Lubang-lubang yang menganga di jalanan harus segera ditambal dan tidak boleh menunggu proyek besar dilaksanakan.

”Nggak boleh menunggu, apalagi menunggu musim hujan reda, karena kecelakaannya di musim hujan. Maka teorinya, penanganan darurat dengan teknologi dan sistim apa pun mesti dilakukan dengan cepat,” tutupnya.

Riyan-Sol