Petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas beserta Lurah Tegalsari (Sri Martini, jaket jamper) saat meninjau lokasi tembok roboh di lokasi kejadian Selasa sore (23/2/2021). Foto : Istw
Iptu. Suprianto, SH, MH, Kapolsek Candisari, Kota Semarang. Foto : Absa

SEMARANG (SUARABARU.ID) Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Semarang hingga 2 jam lebih, seorang anak meninggal dunia akibat tertimpa tembok salah satu rumah dinas di Jl Wilis, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Kota Semarang, Selasa (23/2/2021).

Tembok rumah dinas salah satu BUMN setinggi 2 meter dengan panjang kurang lebih sekitar 20 meter, roboh menimpa anak kecil berusia kisaran 10 tahun, yang saat kejadian, menurut Kapolsek Candisari, Iptu. Suprianto, SH, MH, bermain hujan-hujanan bersama 2 orang temannya mencari binatang Yuyu di sekitar lokasi tembok yang roboh tersebut.

Tembok sepanjang 20 meter dan tinggi 2 meter yang roboh di Jl Wilis Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang, Selasa (23/2/2021). Foto : Istw

“Kemudian tiba-tiba tembok roboh dan menimpa korban bernama Muhamad Ata Fadhilah usia 10 tahun. Putra Bapak Agung Tri Ardianto, warga Genuk Krajan RT 04 RW 04 Kel. Tegalsari Kec. Candisari Semarang,” jelas Iptu. Suprianto kepada suarabaru.id usai kejadian.

Disampaikan pula oleh Kapolsek Candisari, saat ditemukan kondisinya korban sudah lemas dan tidak sadarkan diri.  Selanjutnya, oleh warga dibawa ke UGD RS. St. Elisabeth Semarang, namun oleh dokter jaga, korban dinyatakan meninggal dunia.

Absa