Ketua DPC Partai Demokrat Jepara, M. Latifun, S.Sn, ST, MT.

JEPARA ( SUARABARU.ID) – Karena kedudukan dan posisi Partai Demokrat yang semakin kuat dalam konstelasi politik nasional, maka banyak orang ketakutan. Segala cara kemudian dilakukan untuk memecah belah pantai, baik dari internal maupun eksternal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Jepara, M. Latifun, S.Sn, ST, MT menanggapi adanya keinginan segelintir orang dengan mengatasnamakan pendiri partai  untuk menggoyang kepemimpinan Agus Hari Murti  Yudhoyono yang semakin kokoh.

“Mereka tidak sadar, semakin digoyang, soliditas     Partai Demokrat  semakin kuat dalam peta perpolitikan nasional. Mestinya jika  mereka masih merasa kader partai, walaupun tidak lagi masuk dalam struktur kepengurusan partai,  mereka harusnya  tidak justru mencabik-cabik badan sendiri” ujar Latifun yang juga menjadi Ketua Fraksi  Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Berkarya  dan partai Hanura DPRD Jepara.

Apalagi mereka kemudian bekerjasama dengan kekuatan ekternal yang memiliki ambisi  politik dengan mengabaikan etika politik yang benar dan bermartabat. “Harusnya mereka mau belajar dari sikap kebangsawanan pendiri Partai Demokrat Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono yang juga Presiden Republik Indonesia selama dua periode,” ujar Latifun  yang juga aktif dalam kegiatan organisasi keagamaan di Jepara.

Latifun kemudian menegaskan sikapnya, bahwa seluruh elemen partai yang dipimpinnya di Jepara akan menjadi garda terdepan untuk mempertahankan kepemimpinan AHY sebagai ketua umum partai yang sah dan konstitusional yang juga kader bangsa potensial masa depan. “Kami juga sudah melakukan konsolidasi dengan daerah-daerah yang lain,” tegasnya.

Latifun  yang berasal dari kalangan pengusaha ini lantas mengungkapkan awal ketertarikannya masuk ke Partai Demokrat adalah karena figur penderi Dermokrat dan juga mantan Presiden Repuiblik Indponesia,  Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono.

“Beliau memiliki sikap negarawan, kebangsaan, integritas, komitmen, santun dan sangat bersahaja. Perpaduan sikap seperti itu jarang dimiliki oleh tokoh-tokoh politik nasional saat ini. Siapapun, termasuk rakyat kecil tidak bisa memungkiri ini, ” ungkap Latifun.

Karena itu  ketika kini muncul  AHY sebagai penggantinya,  ada segelintir orang yang ketakutan dan ingin menghancurkan citra SBY – AHY  dan juga citra pantai yang tidak haus dengan kekuasaan.

Kami ingin memenangkan dalam merebut hati rakyat dengan cara yang benar, santun dan demokratis. Karena itu kami siap dan total menjadi benteng terdepan dari orang – orang yang ingin menggoyang Partai Demokrat,” ujar Latifun yang tengah menyelesaikan program doktoral di bidang teknik sipil.

Hadepe