Sudarto tak pernah kehilangan energi untuk terus melakukan penambalan jalan berlubang, meski tak pernah memikirkan komisi. Foto : hana eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Jika teringat pada tahun 2017 silam, empat tahun lalu, ketika Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan perjalanan ke Desa Mlowokarangtalun untuk melaksanakan upacara Hari Pendidikan Nasional ke SDN 1 Mlowokarangtalun.

Di tengah perjalanan, Ganjar melihat Sudarto alias Totok yang menjadi relawan jalan rusak di Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon.

Saat itu, Ganjar menyapa Totok yang kala itu sudah mengabdikan diri selama 19 tahun menjadi relawan jalan. Hampir empat tahun silam sejak saat itu, Sudarto saat ini masih terlihat menjadi relawan jalan rusak. Terlebih di wilayah Kecamatan Pulokulon, yang saat ini beberapa jalur terlihat berlubang.

Totok mengaku, meski tak pernah memikirkan komisi atau imbalan, ia tetap bekerja menambal lubang-lubang jalan itu agar warga dapat berkendara nyaman di jalan. Dengan postur tubuhnya yang kecil, pria yang usianya hampir memasuki kepala lima itu, tetap kuat memecahkan batu-batu koral yang akan dipergunakan untuk menambal jalan yang berlubang.

“Saya melakukan pekerjaan ini setelah seharian mencari pakan ternak. Ini sudah saya lakukan sejak tahun 1999 lalu, tepatnya setelah saya menikah, lalu saya terjun ke dunia ini,” ujar Totok, Jumat (19/2/2021).

Layaknya tukang bangunan jalan, Totok menggunakan sepatu lapangan dan mempersiapkan peralatan. Lalu, ia berjalan di sepanjang jalur di wilayah Kecamatan Pulokulon.  Begitu mendapati jalan yang berlubang, Totok langsung mengeluarkan peralatan seperti garpu, gancu, hammer, dan tempat pengangkut pasir.

Batu-batu dan tanah yang dipergunakannya diambil dari pinggir jalan. Lalu, ia mencangkulnya hingga tercampur dan kemudian meletakkannya ke jalan yang berlubang. Kerikir kecil dan tanah digaruk dengan alat garpu besi sampai menutup rata lubang jalan tersebut. Selain itu, Totok juga merapikan besi-besi yang menganga dari konstruksi beton jalan yang rusak.

“Tidak dapat bayaran, tidak masalah. Saya malah justru senang kalau jalannya jadi terlihat bagus. Tidak ada lagi orang yang jatuh atau kecelakaan karena jalan yang berlubang,” tambah Totok.

Diapresiasi Warga

Perbuatan baik Totok ini sudah dikenal warga. Bahkan, warga asli Pulokulon yang sejak kecil melihat aktivitas Totok tersebut menambal lubang jalan. Tidak hanya di satu titik saja, namun hampir seluruh jalan yang berlubang di wilayah Pulokulon tersentuh oleh tangan mungilnya itu.

“Waktu kecil saya sering lihat beliau menambal jalan-jalan yang berlubang. Saya dulu pikirannya, ini kok orang aneh sekali, ada di tengah-tengah jalan  sambil menutup lubang di jalan dan tidak ada teman-teman sesama tukang. Namun, semakin ke sini, saya jadi tahu, beliau ini pahlawan buat kami, karena dia selalu sigap ketika ada jalan yang berlubang. Apalagi akhir-akhir ini hujan dan banyak jalan yang rusak.

Tak jarang warga juga memberikan bantuan material kepada Totok untuk memperbaiki lubang jalan tersebut. Meski tak mendapat bayaran, sekali lagi Totok mengungkapkan kepuasannya dalam menambal jalan yang berlubang ini.

“Yang terpenting jalannya bagus. Masyarakat yang lewat bisa melewati dengan nyaman,” ujar Totok.

Hana Eswe-wied