Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding (kanan), menyerahkan kunci mobil kepada pimpinan Ponpes Ma'ahidul Irfan, KH Aliyul Munif Alh, di Dusun Soropaten, Desa Gandusari, Bandongan, Kabupaten Magelang. Foto: eko p

MAGELANG (SUARABARU.ID)– Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’ahidul Irfan, yang ada di Dusun Soropaten, Desa Gandusari, Bandongan, Kabupaten Magelang, menerima bantuan dari pemerintah RI, sebuah minibus.

Anggota DPR RI H Abdul Kadir Karding, saat menyerahkan bantuan mengatakan, bus itu merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan, untuk mempermudah ponpes melayani para santrinya, dalam proses transportasi. Utamanya untuk berbagai kegiatan yang dilakukan ponpes.

”Tahun ini pemerintah menyalurkan bantuan minibus di dua ponpes, yakni di Bandongan dan di wilayah Kabupaten Temanggung,” kata Karding dalam keterangannya, Minggu (21/2/2021).

BACA JUGA: Pengurus KONI Kabupaten Magelang Tes Kesiapan Pelatih Cabang Olahraga yang Disiapkan ke Porprov

Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding dan pimpinan Ponpes Ma’ahidul Irfan, KH Aliyul Munif Alh, mencoba naik bus bantuan pemerintah.
Foto: eko p

Sementara itu, pimpinan Ponpes Ma’ahidul Irfan, KH Aliyul Munif Alh menyatakan, pihaknyanya memberikan apresiasinya atas bantuan ini. Karena menurutnya, ponpes memang memerlukan sarana transportasi. Apalagi di ponpesnya membuka Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), yang jauh dari ponpes. Dan itu memerlukan sarana untuk antar jemput siswa.

”Saya sendiri awalnya tidak tahu menahu, kalau ada bantuan mobil ini. Ternyata tahu-tahu ada mobil datang, saya kira tamu dari mana. Ternyata ini pemberian dari Menteri Perhubungan melalui Bapak Abdul Kadir Karding,” ucapnya.

Diungkapkan olehnya, mobil itu akan digunakan untuk antar jemput santri yang berangkat ke SDIT. Jumlah siswanya pun cukup banyak. Salah satu petugas ponpes, Haidar, menginformasikan, jumlah santri putra ada 180 dan putri 190 orang.

Minibus itu direncanakan akan digunakan untuk mengantar santri ke SD IT Bandongan. Selain itu juga, untuk kegiatan forum silaturahmi keluarga besar SDIT, maupun wali murid. ”Kalau ada warga yang akan meminjam juga bisa,” imbuh dia.

Dia menambahkan, fungsi minibus itu dipastikan akan sangat membantu. Apalagi pihak ponpes belum punya alat transportasi seperti itu. Biasanya untuk antar jemput murid harus menyewa dari luar.

Eko Priyono-Riyan