blank
Ketua Zahir Mania Kudus yang juga Anggota Komisi E DPRD Jateng Mawahib Afkar (bersarung) bersama relawan dari LPB NU saat menyalurkan bantuan untuk korban banjir. foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) –Pecinta majelis shalawat Azzahir atau yang akrab disebut Zahir Mania bersama Ponpes Al Muayad Kudus menyalurkan ribuan paket sembako dan logistik lain kepada warga terdampak banjir di sejumlah desa di Kabupaten Kudus, Jumat (12/2).

Aksi sosial tersebut juga bekerja sama dengan Banser NU Kabupaten Kudus, dengan titik awal di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kudus.

Ketua Zahir Mania yang juga Anggota Komisi E DPRD Jateng Mawahib Afkar mengatakan, bantuan sembako yang diberikan adalah berupa beras, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga:

Korban Banjir di Kudus Dapat Bantuan dari Presiden Jokowi

‘Jateng Bersalawat’ Disiarkan Serentak di Televisi dan Radio se-Jawa Tengah

Sementara untuk kebutuhan nonpokok, seperti pakaian layak pakai. Mereka, lanjut dia, juga turut memberikan makanan siap konsumsi untuk warga yang bertahan di rumah masing-masing.

“Kami bersama Al Muayyad mendistribusikan bantuan ini ke sejumlah desa yang terdampak, seperti Jati Wetan ini,” kata dia di sela pembagian bantuan di Dusun Tanggulangin.

Menurut Mawahib, donasi ini merupakan bantuan swadaya dari ribuan para Zahir Mania.  Mereka dengan sukarela melakukan gerakan untuk mengumpulkan bantuan kepada para korban banjir.

Selain itu, ada pula dukungan dari pengasuh Ponpes Al Muayyad yang juga berbagi kepada sesama. Meski Ponpes Al Muayad juga merupakan korban banjir, namun dari pengasuh tetap ingin berbagi kepada sesama masyarakat Kudus yang rumahnya terdampak banjir.

“Hari ini kami menyalurkan sebanyak 5.000 paket sembako untuk sejumlah desa terdampak dan akan berkesinambungan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, bantuan yang diberikan setidaknya bisa meringankan kebutuhan para korban terdampak banjir. “Semoga ini bisa sedikit meringankan kebutuhan para warga terdampak banjir,” tandasnya.

Baca Juga: 

Ancaman Hukuman Mati bagi Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Rembang

Satreskrim Polrestabes Semarang Ungkap Kasus Mayat dalam Lemari

Desa Jati Wetan sendiri, kini masih tergenang oleh banjir. Meski demikian ketinggian banjir mulai menyusut lima hingga sepuluh sentimeter dari hari-hari sebelumnya.

Namun, di pengungsian Balai Desa Jati Wetan masih ada sebanyak 336 jiwa dari 106 KK yang masih bertahan.

Tm-Ab