Gus Nung berada di Balai Desa Lebak ketika pembagian Kartu Tani

JEPARA (SUARABARU.ID)- Sebanyak 13 ribu Kartu Tani di Kabupaten Jepara belum terbagikan kepada masyarakat sejak tahun 2018 lalu. Saat ini, Kartu Tani tersebut masih menumpuk di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jepara. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Jepara Nuruddin Amin, atau yang akrab disapa Gus Nung.

Petani berharap mendapatkan Kartu Tani untuk dapat membeli pupuk bersubsidi.

 

Ketika Suarabaru.id mencoba mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut, Gus Nung mengatakan, masalah 13 ribu Kartu Tani yang belum terbagikan berawal dari keluhan para Petani akan kelangkaan pupuk di pasaran. Berdasarkan keluhan tersebut, DPRD Jepara akhirnya mengundang Dinas Pertanian Kabupaten Jepara untuk menanyakan masalah kelangkaan pupuk di pasaran.

Diperoleh keterangan dari Dinas Pertanian bahwa saat ini pembelian pupuk bersubsidi harus dengan menggunakan Kartu Tani, sehingga banyak Petani yang belum mempunyai Kartu Tani akhirnya berburu kartu tersebut untuk digunakan membeli pupuk bersubsidi. Sedangkan, belum ada keterangan kenapa Kartu Tani yang berada di BRI belum terbagikan. Sehingga, Pimpinan DPRD Kabupaten Jepara selain mengundang Dinas Pertanian juga mengundang pihak

BRI untuk audiensi.

Kami dari anggota DPRD Kabupaten Jepara sudah mengundang pihak-pihak terkait, salah satunya Dinas Pertanian dan BRI sebagai pengelola Kartu Tani. Tujuannya untuk mencari solusi agar para Petani dapat membeli pupuk bersubsidi dengan menggunakan Kartu Tani. Sekaligus mengurai permasalahan mengapa Kartu Tani tersebut bisa berhenti di BRI sekian lama”, ujar Gus Nung.

“Dulu, pembelian pupuk bersubsidi tidak harus dengan menggunakan Kartu Tani. Namun pada September 2020 syarat menggunakan Kartu Tani diberlakukan. Sehingga banyak Petani yang kebingungan ketika hendak membeli pupuk yang bersubsidi”, lanjut Gus Nung.

“Alhamdulillah, setelah Dinas Pertanian dan pihak BRI mengadakan musyawarah dengan Pimpinan DPRD Jepara, pembagian Kartu Tani bisa segera dilaksanakan di tiap kecamatan dan desa. Beberapa kali kami (anggota DPRD) ikut mengawal pembagian kartu tersebut. Di Balaidesa Bulungan, Balaidesa Lebak, Balaidesa Plajan, kami ikut menyaksikan pembagian Kartu Tani Tersebut”, tutup Gus Nung.

Hadepe / ua