Kepala SMPN 1 Jepara, Ahmad Nurrofiq, M.Pd bersama para peraih 10 besar nilai ijasah tahun 2019/2020

Oleh: Agus Prianto, S.Pd, M.Pd.

SMP Negeri 1 Jepara merupakan sekolah SMP tertua di Jepara dan sekaligus mampu mempertahankan sebagai salah satu sekolah  kebanggaan masyarakat Jepara. Sekolah ini didukung oleh profesionalisme dan dedikasi dewan guru, karyawan dan keseriusan kepemimpinan Kepala Sekolah, serta kerjasama yang baik dengan Komite Sekolah, sehingga sekolah ini siap menjadi tolak ukur keberhasilan dan kualitas pendidikan di Jepara.

Kepala SMP Negeri 1 Jepara Ahmad Nurrofiq, M.Pd

Usaha seluruh stokeholder terhadap peningkatan mutu dan prestasi akademik maupun non-akademik telah berhasil menghantarkan SMP Negeri 1 Jepara menjadi sekolah unggulan dan favorit di Jepara dengan berbagai prestasi juara yang telah diraih mulai dari Tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional bahkan Internasional sehingga sekolah ini tetap menjadi kebanggaan masyarakat Jepara. 

Sejarah Singkat

SMP Negeri 1 Jepara mempunyai sejarah tersendiri. Setelah pendidikan di Jepara semakin berkembang, akhirnya  sekolah RA Kartini dan adik-adiknya, Europesche Lagere School ( ELS ) dipindah ketempat yang baru yang kini dikenal sebagai SMPN 1 Jepara.  Sementara gedung bekas sekolah yang berada di samping depan pendopo Kabupaten tersebut digunakan untuk poliklinik kecil yang dipimpin oleh seorang dokter Belanda.

Balai pengobatan tersebut merupakan satu-satunya yang ada di Jepara dan  kemudian berkembang menjadi sebuah rumah sakit yang memiliki 3 orang dokter dari Belanda, India dan Italia. Baru kemudian dipercayakan kepada dr Soelaiman dan kemudian dr Soenardi hingga awal kemerdekaan.

Penghargaan siswa berprestasi dari Bupati Jepara tahun 2019

Kemudian setelah berdirinya Volksraad, dimana orang-orang Jawa yang menjadi anggota lembaga ini  mulai turut serta untuk membicarakan kemajuan bangsa Jawa, akhirnya pada tahun  1914 pemerintah Hindia Belanda mulai mendirikan sekolah Hollandsch Inlandsche Schooll ( HIS ) yang diperuntukkan bagi orang Jawa dengan lama pendidikan 7 tahun.

Untuk menampung lulusan sekolah ELS maupun HIS Pemerintah Hindia Belanda  kemudian mendirikan sekolah yang diberi nama MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs). Sekolah ini   memiliki  masa belajar 3 tahun yang berasal dari ELS dan 4 tahun yang berasal dari  HIS sebab untuk lulusan HIS harus memngikuti kelas persiapan atau Voorklasse. Untuk menampung  lulusan HIS dan ELS maka di Jepara didirikan sekolah MULO yang lokasinya bersebelahan dengan ELS  sekitar  tahun 1922.

Satri Bilawa Yudianta ( dua dari kiri ) bersama tim Indonesia di Singapura

Kemudian pada tahun 1929 di Jepara didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda  Openbare Ambachsshhool untuk menampung lulusan HIS  yang ingin sekolah pertukangan jurusan seni ukir. Sekolah MULO itu kemudian berkembang hingga kemerdekaan.  Baru pada  pada 13 Maret 1946 semua sekolah MULO di Indonesia berubah menjadi SMP, termasuk di Jepara yang kemudian menjadi SMP  1 Jepara.Pada tahun  1994 -2004  menjadi SLTP 1 Jepara dan tahun 1995 menjadi SMPN 1 Jepara.

Sekolah dengan NSS 201032318423 dan NPSN 20318423 yang terletak di Jl. Sersan Sumirat Nomor 3 Jepara berada di wilayah Kelurahan Jobokuto Kecamatan Jepara ini menempati area seluas 4.664 m2 dengan luas area Gedung sekitar 2.913 m2 ini sekarang dipimpin oleh Ahmad Nurrofiq, S.Pd., M.Pd.

Para juara lomba Matematika dan IPA MGMP SMP Kab. Jepara tahun 2020

Jumlah guru adalah 45 orang (40 orang PNS dan 5 orang GTT). Jumlah karyawan adalah 12 orang (3 orang PNS dan 9 orang PTT. Jumlah siswa keseluruhan 854 (288 siswa kelas VII, 285 kelas VIII, dan 281 siswa kelas IX. Sekolah ini berdiri sejak 1925 dan menjadi SMP  sejak tahun 1946.

Visi Sekolah dan Upaya Pencapaian

Visi SMP Negeri 1 Jepara adalah “mewujudkan peserta didik unggul, berbudi pekerti luhur, berwawasan lingkungan, dan berlandaskan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa”.

Untuk mewujudkan peserta unggul tersebut dilaksanakan dengan mengembangkan 3 pilar yaitu Intrakurikuler, ekstrakurikuler dan penguatan Pendidikan karakter. Intrakurikuler dikembangkan untuk mewujudkan prestasi akademik. Ekstrakurikuler sebagai upaya pencapaian prestasi non akademik. Penguatan Pendidikan krakter untuk mewujudkan peserta didik yang berbudi pekerti luhur.

Pencapaian visi dilaksanakan semua komponen sekolah: guru, karyawan, siswa, dan stake holder lainnya. Semua yang diksanakan untuk mencapai visi dilaksanakan berlandaskan iamn dan taqwa terhadap Tuhan Yang Mahaesa. Oleh karena itu, pengembangan sekolah melalui pendekatan religious.

Cinta lingkungan juga dikembangkan dalam pengembangan sekolah. Kerjasama menjadi prioritas pengembangan sekolah. Slogan yang dikembangkan disekolah sebagai penyemangat adalah Bersamamu Kita Maju Satu Hati Espentura Jaya.

Prestasi Sekolah

SMP Negeri 1 Jepara juga dikenal karena capaian prestasinya yang luar biasa dilevel Internasional dan Nasional. Satri Bilawa Yudianta berhasil menyabet medali diberbagai ajang lomba matematika (1) Bronze Price diajang International Mathematics Contest Singapora (IMCS) Singapora 2019; (2) Hongkong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Heat Round Indonesia Tahun 2019 (Bronze Award); (3) World Mathematics International Invitational (WMI) Indonesia Preliminary Round 2020 (Silver Award) dan (4)  KMNR Tingkat Nasional di Jakarta 2019 (Medali Perunggu).

Penulis adalah  anggota Tim Pengembang Sekolah