blank
Aksi protes warga Gemulung atas dibukanya kembali TPA di desanya.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Bentangan spanduk dengan kata-kata bernada satir mewarnai aksi protes sejumlah warga Desa Gemulung atas persoalan sampah di TPA Gemulung pada Selasa (13/1). Pasalnya, TPA yang semula telah ditutup oleh Pemkab Jepara tiba-tiba dibuka kembali oleh Anggota DPRD Jepara.

blank
Bentangan spanduk bernada satire mewarnai aksi warga Gemulung atas protesnya.

Seperti yang telah diberitakan oleh Suarabaru.id sebelumnya, dibukanya kembali TPA Gemulung oleh DPRD menimbulkan polemik antara Eksekutif dan Legislatif. DPRD merasa Pemkab melanggar kesepakatan atas ditutupnya TPA tersebut. Polemik yang berkepanjangan ini menurut warga Gemulung justru merugikan masyarakat sekitar. Karena secara otomatis tempat pembuangan sampah tersebut tidak ada petugas yang mengelola sehingga terjadi penumpukan sampah.

Salah satu peserta aksi yang bernama Arifin, menyatakan bahwa aksi ini merupakan respon masyarakat Gemulung atas dibukanya kembali TPA ini. Pihaknya menyatakan, tidak akan ikut campur soal apakah TPA akan ditutup atau dibuka kembali. Namun satu hal yang menurut pihaknya harus segera diperhatikan adalah sebenarnya mau diapakan TPA Gemulung ini.

Kata-kata yang bernada satir seperti, “SELAMAT DATANG DI KAMPUNG WISATA SAMPAH DI JEPARA KOTA ADIPURA”, atau “WISATA BARU DI JEPARA SANGAT INDAH, SEJUK, ASRI DAN NYAMAN” Dilengkapi Dengan Kebun Binatang Lalat, Serangga, Ulat, Sidat sangat Baik Untuk Masyarakat, Gratis, menjadi bentuk protes tersendiri dari warga Gemulung atas kebijakan buka/tutupnya TPA tersebut.

Usai melakukan aksinya di TPA Gemulung, warga selanjutnya mendatangi DPRD Jepara untuk menyampaikan sikap. Namun kedatangan mereka tidak mendapatkan sambutan seperti yang mereka harapkan. Arifin menyatakan, Ketua DPRD Jepara, Haizul Maarif menyatakan belum bisa menerima karena kantor DPRD Jepara sedang dilakukan sterilisasi.

Hadepe / ua