blank
Di jalan yang ambles dan putus di Wadaslintang Wonosobo sudah dipasang polis line karena tidak bisa dilewati. Foto : SB/dok

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Jalan utama Wadaslintang yang menghubungkan Wonosobo-Kebumen ambles dengan kedalaman 10 meter dan panjang 20 meter hingga membuat akses putus total. Kini jalan sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat.

Dinas PU Binamarga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah saat ini mempriotaskan pembuatan kases untuk pejalan kaki. Sementara sisa bahu jalan di pinggir jalan yang longsor akan dibuat jalan setapak untuk pejalan kaki warga setempat.

“Kita berusaha sementara ini untuk pembuatan akses pejalan kaki. Yang penting bisa dilalui dulu untuk pejalan kaki,” kata Kepala Balai Pengelolaan Jalan wilayah Wonosobo Dinas PU Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Cuk Sunaryono, di lokasi kejadian, Selasa (12/1).

Selain itu, juga sudah dilakukan pemasangan rambu untuk memberitahukan pengendara yang akan melintas di jalan tersebut. Sedangkan untuk perbaikan, masih menunggu tim perencanaan untuk menganalisa kondisi tanah.

“Untuk penanganan pertama kami sudah memasang rambu pemberitahuan. Tetapi, kalau untuk penanganan jangka panjang nanti akan mendatangkan tim perencanaan dari PU Bina Marga Jateng untuk menganalisa,” ujarnya.

Jalan Kaki

blank
Jika memungkinkan akan dibuat jalan setapak agar warga tetap bisa menyeberang di jalan yang putus. Foto : SB/dok

Menurutnya, perihal pemasangan jembatan bailey di jalan ambles Wonosobo-Kebumen ini sulit dilakukan. Pasalnya, tidak ada tumpuan di ujung jalan yang longsor akibat curah hujan ini. Tipologi jalan gembur sehingga sulit dijadikan pijakan kaki jembatan bailey.

“Ada saran untuk memasangan jembatan bailey. Tetapi tidak mungkin karena tidak ada tumpuan yang kuat. Jalan satu-satunya adalah membuat akses pejalan kaki dulu sambil menunggu penanganan khusus. Pengendara sepeda motor dan mobil kecil bisa lewat jalan alternatif,” terangnya.

Pihaknya pun tidak bisa memastikan terkait kapan akses jalan antar Kabupaten Wonosobo-Kebumen ini pulih. Namun, direncanakan akan dilakukan pengurugan di lokasi jalan ambles.

“Nanti kita urug, tetapi harus ada kajian dulu. Kalau jembatan permanen akan memakan waktu lama. Harus ada alternatif. Saat ini, yang dibutuhkan adalah solusi tercepat agar warga Wadaslintang bisa melalui jalan baru,” tuturnya.

Apalagi, jalan alternatif melalui Tirip-Besuki-Gumelar hingga Medono Kaliwiro, cukup sempit dan medannya relatif sulit. Jika harus memutar lewat Kutoarjo Purworejo-Kepil atau Gombong Banjarnegara, sangat jauh dan butuh waktu lama.

Muharno Zarka