Petigas pemadam kebakaran dibantu anggota Babinsa setempat melakukan pendinginan. Foto : Hana Eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa kebakaran mengejutkan warga Desa Leyangan, Kecamatan Penawangan, Kamis (7/1/2021). Insiden kebakaran ini tersebut menghanguskan rumah milik Suparwi (55), warga Dusun Pedak, Desa Leyangan.

Dari informasi yang diperoleh, insiden ini bermula saat Suparwi sedang membeli sarapan di sebuah warung sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelum berangkat, ia melihat MAM (20), anak korban tengah berada di depan rumah.

Sejam kemudian, korban kembali dari warung dan melihat kepulan asap  dari ruang tamu. Di saat itu juga, ia melihat anaknya lari meninggalkan rumah.  Saat dicek ke ruang tamu, korban terkejut adanya api yang semakin membesar. Spontan, Suparwi berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan itu, para tetangga langsung mendatangi rumah korban. Dengan peralatan seadanya, warga melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Namun, kobaran api semakin membesar. Sekitar 30 menit kemudian, pemadam kebakaran datang untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat.

Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Penawangan. Mendapatkan informasi tersebut, tim reskrim Polsek Penawangan bersama tim inafis Polres Grobogan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

“Rumah yang terbakar berbentuk limasan dengan ukuran tiang 12×12 centimeter. Dindingnya terbuat dari papan kayu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun korban menderita kerugian materiil Rp 70 juta,” ujar Kapolsek Penawangan, AKP Saptono Widyo.

Dari hasil olah TKP tersebut, rumah tersebut dibakar oleh anak korban, MAM. Kapolsek menjelaskan, pelaku sudah lama mempunyai riwayat gangguan jiwa. Dari keterangan korban, pelaku pernah diperiksa dan dirawat di RSJ Semarang dan kerap mengamuk akibat depresi berat.

“Kami imbau kepada warga yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi gangguan jiwa, agar jangan ditinggal sendirian di dalam rumah. Harus selalu diawasi supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Bila perlu segera dilakukan pengobatan ke RSJ untuk mendapatkan penanganan,” imbau AKP Saptono.

Hana Eswe.