blank
Pembina KOMPAK Idham Cholid ketika berbicara dalam diskusi bersama di Kantor Disperkop UKM. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Komunitas Pedagang Keliling (KOMPAK) Wonosobo berencana akan membentuk koperasi. Koperasi tersebut beranggotakan seluruh pedagang kelililing dan pedagang kaki lima yang ada di kota pegunungan itu.

Guna mewujudkan rencana tersebut, puluhan pengurus dan anggota KOMPAK, Kamis (7/1), berkunjung ke Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperkop UKM), setempat, untuk diskusi bersama.

Dalam kunjungan tersebut para pedagang keliling, didampingi Pembina KOMPAK Idham Cholid dan trisula aktifis Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Wonosobo Ibnu Ngakil, Fathul Qorib dan Tofa Ahmad.

Di Kantor Disperkop UKM, mereka diterima Kepala Bidang Pembinaan UKM dan Koperasi Nugrohadi, Kepala Bidang Perdagangan Agung Prabowo, Kepala Seksi Pembinaan Koperasi Ngadirin serta Kepala Seksi Kelembagaan Koperasi Nirmala.

Koordinator KOMPAK Wonosobo Saad Priyono melaporkan pedagang keliling dan kaki lima terhimpun dalam 11 paguyuban yang tersebar di seluruh wilayah Wonosobo beranggotakan mencapai ribuan pedagang.

“Mereka merupakan pedagang makanan kecil, mainan anak-anak, acesories, topi, jilbab, aneka pakaian, perabot rumah dan beragam hasil kerajinan khas lain. Para pedagang berjualan keliling dari satu tempat ke tempat lain,” katanya.

Potensi Ekonomi

blank
Sejumlah pedagang keliling di Wonosobo ikut hadir di Kantor Disperkop UKM setempat. Foto : SB/Muharno Zarka

Melihat potensi ekonomi sektor usaha kecil dan menengah itu, sambung Saad, KOMPAK berkomitmen untuk membentuk koperasi bagi para pedagang kecil dan pedagang kaki lima. Sehingga pedagang terhimpun dalam satu wadah koperasi untuk mensejahterakan anggotanya.

“Jika sudah terbentuk koperasi, maka barang yang jual pedagang bisa diambil dari koperasi. Koperasi yang akan kulakan barang dagangan bagi anggota. Jadi jika ada keuntungan bisa dinikmati bersama antara koperasi dan pedagang itu sendiri,” ujarnya.

Kabid Pembinaan UKM dan Koperasi Disperkop UKM, Nugrohadi menyambut baik inisiatif para pedagang keliling dan kaki lima untuk membentuk koperasi. KOMPAK bisa menghimpun anggota, penyusun pengurus koperasi, AD/ART dan badan hukum lembaga.

“Kami siap mendampingi dan memfasilitasi pembentukan koperasi. Tahap awal, ada proses persiapan, pendirian, maksud atau tujuan, manfaat dan jenis usaha. Setelah itu, didaftarkan ke Disperkop UKM untuk diusulkan mendapat Nomer Induk Koperasi (NIK),” paparnya.

Pembina KOMPAK Idham Cholid meminta pemerintah serius dalam memfasilitasi semangat para pedagang kecil untuk berkoperasi. Sebab, jika dikelola dengan baik, mereka punya potensi luar biasa untuk pengembangan sektor ekonomi mikro.

“Semangat teman-teman pedagang kecil ini harus direspon dengan cepat. Pemerintah harus punya kebijakan yang jelas, tegas dan tuntas. Sehingga persoalan yang menyangkut nasib pedagang kecil bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat. Semua harus tastes,” tegasnya.

Muharno Zarka