blank
Sidik W Martowidjojo (tengah) didampingi Swasto Dayanto (kiri) di depan lukisan 'Pintu Surga'. Foto: Sukron/Wiradesa.

SLEMAN (SUARABARU.ID) – Pelukis ternama Jogja Sidik W Martowidjojo bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY akan melelang lukisan karyanya. Hasil lelang ini akan diserahkan kepada para relawan Merapi dan Covid-19.

Lewat program PWI DIY Peduli, bersama pelukis ternama Sidik W Martowidjojo melakukan kegiatan sosial. Sidik akan melelang dua lukisannya didukung oleh PWI DIY dalam proses lelang yang dilaksanakan secara virtual.

“Hasil lelang akan disumbangkan untuk membantu relawan Covid-19 dan Relawan Merapi di Desa Wonokerto Turi Sleman,” kata Sidik seperti dikutip wiradesa.co grup siberindo, di rumahnya, komplek Kolombo, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (3/1/2021).

Menurut Sidik, salah satu lukisan yang akan dilelang merupakan lukisan terbaiknya yang diberi judul ‘Pintu Surga’. Sedangkan satu lukisan lagi adalah hasil lukisannya langsung di lokasi.

“Lukisan yang satu belum dibikin, mau melukis apa juga belum tahu, bisa melukis Gunung Merapi, telaga atau apa saja, kita lihat saja nanti,” ujar Sidik. Terkait lukisan ‘Pintu Surga’ yang akan dilelang, Sidik menjelaskan, lukisan itu menceritakan sebuah tempat yang sangat indah, ada awan-awannya, menggambarkan ketenangan dan keharmonisan seperti di surga. “Itu baru pintunya, sedangkan seperti apa dalamnya surga kita belum tahu,” ujarnya.

Gaya lukisan Sidik adalah abstrak. Ia merupakan pelukis Indonesia pertama yang berhasil memamerkan karya lukisan dan memperoleh dua penghargaan dari Louvre Internationals Arts di Carrousel du Louvre, Paris, Prancis tahun 2014.

Saat mendapat ajakan berkolaborasi dalam kegiatan amal bersama PWI DIY Peduli, Sidik langsung menyetujui. Baginya hidup ini bukan untuk sendiri tapi harus bersama, saling bantu-membantu ‘nyengkuyung’ satu sama lain. I

a bisa merasakan beban berat yang harus dipikul oleh para pengungsi Merapi termasuk para relawan yang membantu. Selain harus menghadapi ancaman erupsi Merapi, ada bahaya Covid-19.

“Kasihan mereka (pengungsi) kalau sampai Merapi meletus di saat bersamaan ada bahaya Covid-19. Silakan nanti pembagian bantuannya, untuk pengungsi, relawan juga boleh. Dasarnya adalah kemanusiaan. Sejak dulu saya bukan orang yang sosial, tapi kalau bisa bantu saya akan bantu dan selalu berusaha memberi bantuan yang terbaik. Kalau nggak yang terbaik kok sepertinya kebangetan,” katanya.

Sekretaris PWI DIY Swasto Dayanto mengatakan, lelang lukisan Sidik Martowidjojo direncanakan pertengahan Januari 2020. PWI DIY Peduli akan mendukung mulai publikasi ke masyarakat, menggelar acara lelang hingga penyaluran bantuan.

Menurut Swasto, melalui program ini, PWI DIY ingin memberikan kontribusi positif di bidang sosial yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas. “Ke depan kegiatan PWI DIY Peduli bisa beragam dan berkolaborasi dengan banyak pihak,” katanya.

Sukron-trs