Gunarwan SE. Foto: Dok

PURWOREJO (SUARABARU.ID) – Gunarwan SE, wartawan senior koran Kedaulatan Rakyat (KR) yang bertugas di area Purworejo tutup usia, Minggu (3/1) malam.

Insan media dan olahraga turut merasa kehilangan mengingat almarhum hingga menghembuskan napas terakhir masih aktif menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Purworejo.

Gunarwan meninggal pada usia 53 tahun di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo sekitar pukul 21.55 WIB setelah menjalani perawatan medis akibat komplikasi penyakit dalam.

Jenazah selanjutnya disemayamkan di rumah duka RT 6 RW 8 Kelurahan Baledono Kecamatan Purworejo dan dikebumikan di tempat pemakaman umum Kelurahan Keseneng Kecamatan Purworejo pada Senin (4/2021) siang sekitar pukul 10.30 WIB.

Duka mendalam dirasakan berbagai kalangan masyarakat. Hal itu tampak dari banyaknya pejabat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang silih berganti bertakziah hingga mengantarkan ke pemakaman.

Sepanjang ruas Jalan Keseneng di depan rumah duka yang berdekatan dengan MTs Negeri 1 Purworejo juga tampak berjajar karangan bunga. Tidak hanya dari Purworejo, melainkan juga dari luar daerah, antara lain Pengurus PWI dan KONI Provinsi Jawa Tengah.

Diketahui, Gunarwan yang lahir pada 11 Agustus 1967 meninggalkan seorang istri bernama Suyatmi serta dua orang anak laki-laki, Gumido Werning Rahmawan dan Muhammad Robich Anugerah.

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang pandai bermasyarakat dan taat beribadah. Ia aktif menjalankan shalat berjamaah dan rutinitas ibadah lainnya di musala Al Anwar dekat rumah.

“Bahkan, Jumatan kemarin juga masih ke masjid,” kata KH Zainul Anwal SPd, tokoh agama setempat saat upacara pemberangkatan jenazah.

Tidak hanya di lingkungan sekitar, Gunarwan juga dikenal sebagai sosok yang aktif berorganisasi. Selain Ketua PWI dan KONI Purworejo, almarhum tercatat pernah dipercaya menjabat berbagai posisi strategis.

Beberapa di antaranya yakni Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Purworejo periode tahun 2013-2016, Manajemen Persatuan Sepakbola Kabupaten Purworejo (Persekabpur), Pengurus Ansor, serta pengurus Dewan Kesenian Purworejo (DKP).

Bagi awak media di Purworejo, almarhum dikenal sebagai tokoh jurnalis inspiratif yang tak penah pasif melakukan aktivitas peliputan.

Bahkan, meski telah didera penyakit komplikasi dalam beberapa bulan terakhir, tugas peliputan tetap diutamakan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga demi kesembuhan dan kesehatan almarhum. Namun, takdir telah menetapkannya untuk menghadap Sang Mahakuasa.

Kami teman-teman wartawan di Purworejo merasa sangat kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala kesalahan dan dosanya, serta diterima amal ibadahnya. Kepada pihak keluarga, kami turut berdoa semoga selalu tabah dapat melanjutkan perjuangan serta apa yang menjadi cita-cita almarhum,” kata Jarot Sarwosambodo, pengurus PWI Purworejo yang juga rekan sekantor almarhum di SKH KR.

Taletha-trs