blank

PALU, (SUARABARU.ID) – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan banyak pangan olahan yang rusak dan kedaluwarsa yang tetap beredar menjelang Natal 2020 dan tahun baru 2021 di Kota Palu.

“Dari hasil intensifikasi pengawasan produk pangan olahan jelang Natal dan Tahun Baru sejak November hingga hari ini, kami menemukan 36 produk pangan olahan yang rusak maupun kadaluwarsa,” kata Kepala BPOM Palu Fauzi Ferdiansyah di sela-sela pengawasan produk pangan olahan di salah satu pasar swalayan di Palu, Selasa.

Ia menerangkan 36 produk pangan olahan tersebut ditemukan dari hasil intensifikasi pengawasan BPOM bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Palu maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di 63 sarana ritel maupun gudang distributor.

Produk pangan olahan rusak yang mereka temukan umumnya mengalami penyok pada kemasan, kemasan dari bahan baku logam yang berkarat dan sebagainya.

“Untuk produk pangan olahan yang rusak ditindaklanjuti dengan ‘return’ atau pengembalian, sedangkan produk yang kedaluwarsa dilakukan pemusnahan,”ujarnya.

Fauzi menyatakan intensifikasi pengawasan produk pangan olahan tersebut akan terus dilakukan hingga awal tahun 2020. Kegiatan itu dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang dapat mengganggu kesehatan.

Ia berharap kepada masyarakat tidak lengah dan selalu jeli sebelum membeli produk pangan olahan di manapun berada. Biasakan sebelum membeli memeriksa waktu kadaluwarsa dan kondisi produk pangan olahan.

Antara