blank
Hendrar Prihadi. Foto: hery priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Usai hampir dipastikan memenangkan Pemilihan Wali Kota Semarang Tahun 2020, berdasarkan perhitungan saksi tim pemenangan, Hendrar Prihadi menegaskan, dirinya akan langsung tancap gas menyiapkan realisasi sejumlah rencana besarnya.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menyatakan, dirinya tidak perlu waktu untuk adaptasi, karena telah memahami situasi dan kondisi yang ada di Kota Semarang. Tak hanya itu, dengan pasangan calon yang masih sama dengan periode sebelumnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Hendi juga merasa sudah nyetel.

‘Alhamdulillah, masyarakat Kota Semarang kembali memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya dan Mbak Ita, untuk melanjutkan pembangunan yang sudah kita upayakan bersama seluruh elemen masyarakat. Insya Allah, amanah ini akan Kami bayar dengan kerja bersama, menjadikan kota ini semakin hebat,” tutur Hendi, Kamis (10/12/2020).

BACA JUGA : Ketua GMPK Wonosobo Apresiasi Pilkada Sukses Tanpa Politik Uang

Dia juga mengaku akan langsung gas pol sejumlah program kerja untuk Kota Semarang. Apalagi dari wakil wali kota, dewan, hingga masyarakat luas, sudah mengenalnya dan mendukung sedari awal.

Di sisi lain, dengan besarnya suara yang diraih Hendi pada Pemilihan Wali Kota Semarang, yakni sebesar 91,57 persen, dirinya sekaligus membuat sejarah baru dalam pemilihan Wali Kota di Indonesia.

Pasalnya, persentase itu memecahkan rekor kemenangan Joko Widodo dalam Pemilihan Wali Kota Solo tahun 2010 silam, dengan raihan suara 90,09 persen.

Suksesor
Selain itu, jumlah suara yang diraih Hendi sebesar 716.805 pemilih, juga lebih banyak dibandingkan Pilbup Boyolali 2020, yang memenangkan pasangan Said-Iwan dengan raihan 665.450 suara.

Digadang-gadang dapat menjadi suksesor Joko Widodo ke depan oleh banyak pihak dengan catatan itu, Hendi mengaku dirinya masih jauh dari sosok mantan Wali Kota Solo itu. Begitu juga dibandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

”Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa ditiru 100 persen, karena situasi, karakternya juga kan berbeda. Tapi beliau-beliau membawa makna dalam kepemimpinan saya saat ini. Apalagi kalau melihat masalah-masalah yang dihadapi Pak Jokowi, waduh kok kayaknya belum bisa. Karena masih ada letupan-letupan emosionalnya,” tandas dia.

Hery Priyono-Riyan