Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo tengah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rehabilitasi Pasar Legi pada Jumat (20/11). (Bagus Adji ).

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Setelah dua tahun lalu terrbakar, Pasar Legi Solo dibangun kembali.  Menyusul dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan rehabilitasi Pasar Legi oleh Walikota Surakarta  FX Hadi Rudyatmo diikuti Wakil Wali Kota Ahmad Purnomo, Sekda Ahyani dan para anggota Forkopimda Surakarta pada Jumat (20/11)

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya mengatakan, rehabilitasi Pasar Legi sebagai pasar induk hasil bumi di Surakarta, merupakan upaya maksimal Pemerintah Kota setempat dalam membantu pedagang di Pasar Legi yang telah menunggu cukup lama menanti kepastian pembangunan kembali tempat berdagangnya.

Anggaran Pemerintah Pusat untuk merehabilitasi Pasar Legi akhirnya turun, berkat kerja keras semua pihak khususnya Pemkot Surakarta. Anggaran yang turun sempat terhambat lantaran adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid 19.

“Saya berharap pembangunan Pasar Legi tepat waktu, tepat mutu dan tidak ada yang mengganggu. Pemkot Surakarta berkomitmen semua kios pasar gratis tidak ada yang membayar. Dan pesan saya, nantinya apabila bangunan baru sudah jadi dirawat dan jangan sampai kebakaran lagi,” tandas Wali Kota Surakarta.

DIa menyambut baik dimulainya rehabilitasi Pasar Legi oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) Urban dengan 13 bulan pengerjaan sehingga akhir 2021 bangunan pasar siap ditempati.

Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Surakarta Heru Sunardi dalam keterangannya menambahkan, pasar akan dibangun 2,5 lantai di lahan seluas 20 ribu meter persegi. Dari lahan seluas disebut terakhir, hanya sekitar 10.800 meter persegi yang digunakan untuk bangunan. Sisanya berupa lahan terbuka.

“Ada perubahan dari desain awal. Untuk mendukung protokol kesehatan maka ditiap pintu masuk lantai akan dibuatkan tempat cuci tangan permanen. Hal itu untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat dan mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Balai Pasarana Dan Permukiman Wilayah Jawa Tengah Cakranegara mengatakan, Pemerintah Pusat segera mengucurkan dana usai refocusing anggaran supaya pasar bisa segera dibangun sehingga masyarakat bisa kembali berdagang.

“Kami segera menindaklanjuti dengan kepastian rehabilitasi Pasar Legi dengan ground breaking pada hari ini. Diharaplan  pembangunan lancar sampai akhirnya bisa kembali dipakai,” terangnya .

Dari Humas Pemkot Surakarta diperoleh keterangan, Pasar Legi Surakarta oleh Mangkunegara I atau Raden Mas  Said serta merupakan pasar induk bersejarah di kota setempat. Awalnya berupa los sederhana, pada 1936 dibangun permanen oleh Mangkunegara VII dan 1992 direnovasi seperti bangunan pasar tradisonal modern. Namun pada 29 Oktober 2018, pasar yang menjadi jujugan jual beli hasil bumi skala besar di eks karisidenan Surakarta, terbakar akibat arus pendek listrik di kios lantai dua mengakibatkan 250 kios habis terbakar.

Bagus Adji-trs