JEPARA (SUARABARU.ID) – Kamis (19/11-2020) pagi tadi  Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19  Jepara Muh Ali, mengumumkan kembali 34 warga Jepara yang terkonfirmasi Covid-19 hasil pemeriksaan laboratorium pada hari Rabu  18 November 2020. Diantara yang diumumkan terdapat hasil penelusuran kontak erat dengan almarhum EK.

Angka ini sama dengan yang diumumkan sebelumnya. Pada portal resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jepara https://corona.jepara.go.id/ pada Rabu 18 November 2020 jam 22.23 WIB diumumkan  total warga Jepara yang terkonfirmasi Covid-19 adalah 2.329 orang.

Dari jumlah tersebut yang dirawat naik kembali ke angka 307 orang atau 13,18 %. Sebelumnya yang  masih dirawat 299 orang  (13,03 %). Sedangkan sembuh 1.852 orang ( 79,52 % ). Sementara   prosentase kesembuhan sehari  sebelumnya  ( 79,65  % ). Untuk angka yang meninggal  meninggal 7,30 persen atau 170 orang. Sebelumnya 7,32 persen.

Dengan demikian jika dibandingkan dengan angka Jawa Tengah sebesar 44.806 orang, Jepara memberikan sumbangan sebesar  5,197 %. Sementara pada angka kematian Jateng sebesar 3.121 orang, Jepara memberikan sumbangan sebesar 5, 44 %.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19  Jepara Muh Ali yang diminta tanggapannya pagi tadi terkait dengan kenaikan yang cukup signifikan dalam   dua minggu terakhir menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah  banyaknya kegiatan yang dilakukan masyarakat, namun mengabaikan protokol kesehatan seperti orang punya kerja maupun wisata “Disamping itu sampel yang diambil cukup banyak,” ujarnya.

Oleh sebab itu Muh Ali  mengajak seluruh Satgas Desa untuk menggiatkan kembali protokol kesehatan dalam kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. “Satgas desa merupakan ujung tombak dalam menumbuhkan kesadaran warga masyarakat untuk memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumuman,” ujar Muh Ali.

Waspadai gelombang kedua

Jika melihat angka-angka diatas yang menjadi bagian dari parameter penanganan Covid-19 secara nasional dan internasional serta angka perkembangan pada minggu terakhir ini jika dibandingkan dengan satu pekan sebelumnya, trend nya lebih meningkat. Sementara pelonggaran kegiatan masyarakat semakin masif. Juga ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Seorang dokter senior di Jepara yang enggan disebut namanya menghawatirkan jika kondisi ini tidak dikendalikan dengan sungguh-sungguh bisa saja Jepara yang sudah berada  di zona oranye akan masuk kembali pada zona merah dan  gelombang kedua atau second wafe covid-19  yang bisa saja  lebih dahsyat.

Agar itu bisa dihindari, maka kegiatan 3 M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan serta 3 T yang terdiri dari trecking, testing dan treatment harus dilakukan lebih sungguh-sungguh” ujar dokter yang telah purna ini.

Hadepe-ua