blank
Pelaksanaan jembatan baru Bengawan Solo, penghubung Blora (Jateng)-Bojonegoro (Jatim) selatan terus dikebut oleh pelaksana proyek PT Dwi Ponggo Seto dari Yogyakarta.Foto : SB/Wahono

BLORA (SUARABARU.ID) – Pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan baru Bengawan Solo, penghubung Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) dengan Kabupaten Blora (Jawa Tengah), terus berlanjut tanpa kendala.

Jembatan yang ujung timur berada di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dan ujung barat di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora, Rabu (18/11/2020), sudah mencapai sekitar 85 persen.

“Pekerjaan lancar, tanpa hambatan, dan hanya kendala hujan saja. Saat ini fisik sudah sekitar 85 persen,” terang pelaksana PT Dwi Ponggo Seto, Wartum Udin.

blank
Fisik proyek pembangunan Jembatan baru Bengawan Solo, penghubung Blora (Jateng)-Bojonegoro (Jatim) selatan terus berlanjut dengan menyambung rangka baja. Foto : SB/Wahono

Menurut Udin, jembatan baru sepanjang 220 meter  dengan lebar tujuh meter, tidak lama lagi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Pembangunan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2020.

Jembatan penghubung Jateng-Jatim di wilayah Blora selatan itu, pelaksana dari PT Dwi Ponggo Seto, sebagian besar pengerjaan pemasang rangka baja sudah terwujud, dengan keseluruhan pekerjaan mencapai 85 persen.

On Progress

“Saat ini masih on progress, terus kita kebut agar rampung tepat waktu,” tambah Udin lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mewujudkan harapan warga Blora-Bojonegoro di wilayah selatan dan barat itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menganggarkan dana di APBD 2020 (pagu) Rp 97,632 miliar.

Proyek peningkatan jalan dan jembatan di Desa Medalem itu, Pemkab Blora juga menggunakan APBD 2020 sebesar Rp 8,251 miliar untuk mendukung proyek jembatan baru tersebut.

“Kami dari PT Dwi Ponggo Seto dari Yogyakarta, pihak dipercaya melaksanakan proyek tersebut dikerjakan dengan baik,” jelas Wartum Udin.

Wahono-trs