Bank Jateng Dorong Ekspor UMKM di Era Normal Baru
Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, memperlihatkan sejumlah produk UMKM Jateng siap ekspor dalam acara FGD Menemukan Peluang Ekspor Impor di Era Normal Baru di Hotel Gumaya, Kamis (5/11/2020).

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pandemi Corona yang terjadi sekarang ini ternyata menimbulkan kesempatan besar bagi para pelaku usaha untuk menemukan peluang mengekspor/impor produk-produk yang dibutuhkan.

 

Bank Jateng bekerjasama dengan Kadin Kota Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Menemukan Peluang Ekspor Impor di Era New Normal, Kamis (5/11/2020), di Gumaya Tower Hotel.

 

“Saya berharap adanya acara ini (FGD) bisa memberi manfaat bagi para pelaku UMKM dan menumbuhkan sinergi yang baik dengan Bank Jateng,” kata Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, dalam sambutannya.

 

Pria yang biasa disapa Pak Nano ini mengatakan, di era normal baru saat ini pemerintah mengambil sejumlah langkah extraordinary untuk mencegah perekonomian masuk ke dalam jurang resesi sekaligus mendorong pemulihan ekonomi.

 

Dirinya menjelaskan setidaknya ada tiga langkah yang diambil pemerintah saat ini. Pertama, meningkatkan ekspor barang. Kedua, pemerintah melakukan belanja besar-besaran agar permintaan dalam negeri meningkat dan dunia usaha tergerak untuk berinvestasi.

 

“Yang ketiga, pemerintah menyiapkan berbagai program untuk mendorong UMKM bergeliat kembali, salah satunya dengan program kredit berbunga rendah bagi para pengusaha,” ungkap Nano menjelaskan.

 

Bank Jateng Dorong Ekspor UMKM di Era Normal Baru
Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno

Senada dengan yang diutarakan Nano, Direktur Keuangan Bank Jateng, Dwi Agus Pramudya mengatakan, bahwasannya dengan adanya kegiatan GFD ini menjadi upaya dari Bank Jateng untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan kegiatan ekonomi di Jateng, khususnya yang terkait dengan ekspor.

 

“Karena kita mengetahui potensi di Jawa Tengah itu luar biasa, banyak komoditi yang diproduksi UMKM, pengusaha menengah, dan pengusaha besar itu bisa diekspor ke luar negeri. Itulah sebabnya kami juga ingin berkontribusi memfasilitasi mereka semua untuk bisa meningkatkan usaha,” katanya.

 

Agus menjelaskan, di masa pandemi seperti sekarang ini semua sektor usaha mengalami penurunan omzet pendapatan, oleh karena itu hal tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut sehingga harus dicarikan terobosan jalan keluar bagaimana menumbuhkan peluang bisnis.

 

“Terutama peluang ekspor di masa New Normal ini, karena mau tidak mau kita harus melihat kondisi ini sebagai peluang dan bukan ancaman. Makanya kami mengajak Kadin untuk mengumpulkan pengusaha binaannya dan nasabah Bank Jateng untuk kumpul di sini,” katanya.

 

Ke depannya, Agus mengungkapkan, dari kegiatan FGD tersebut nanti akan dibentuk satu forum dimana dari Kadin dan Free Trade Agreement Centre (FTA Centre) akan memberikan pendampingan technical assisstant kepada para pengusaha, sementara dari Bank Jateng akan memberikan layanan transaksi devisa, financial, hingga bantuan kredit permodalan.

 

Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, saat diwawancarai di sela acara tersebut mengatakan kalau produk-produk produksi UMKM Jateng tidak kalah saing dengan produk-produk dari negara lain.

 

“Masalahnya sekarang ini para pelaku UMKM kita masih minim pengetahuan soal tata cara melakukan ekspor. Padahal saat ini pangsa pasar mancanegara besar sekali, seperti Australia dan Eropa,” katanya.

 

Arnaz mengatakan, dalam acara FGD tersebut pihaknya mengundang sekitar 50 pelaku usaha yang sudah memiliki produk-produk siap ekspor, namun memiliki kendala tata cara pengiriman ke luar negeri.

 

“Komiditas kita yang terbesar untuk ekspor itu seperti makanan dan minuman, lalu barang–barang kerajinan dan furniture. Selain market terbesarnya di Australia dan Eropa, pangsa pasar Afrika juga besar, khususnya untuk kerajinan dan furniture,” katanya.