Memes bersama dua guru pembimbingnya, Eko Widiyanti S.Pd dan Alfiyah, S.Sn.

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Pramesti Arum Wulandari, siswa SMK Negeri  2 Jepara yang mengusung karya Batik  Motif Eksotika Matingan Jungpara berhasil meraih juara II Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional tahun 2019 mata lomba kriya tekstil yang baru saja digelar 13-15 Oktober 2020.

Desain batik karya Pramesti Arum Wulandari, Motif Eksotika Mantingan Jungpara.

Anak ketiga pasangan   Noor Sulistyono dan Masniati yang kesehariannya dipanggil Memes ini  sebelum maju tingkat nasional telah berhasil menyebet juara 1 tingkat Jawa Tengah dengan motif Air Terjun Songgo Langit. Kecintaan pengagum  RA Kartini Kartini pada batik ini sudah dimulai sejak SMP.”Saya kagum pada usaha dan perjuangan beliau,” tambahnya

Bahkan Ia pernah meraih juara I lomba desain batik tingkat kabupaten. “Hanya saja waktu maju ketingkat provinsi saya kalah. Namun itu tidak membuat saya putus asa. Selepas SMP saya kemudian sekolah di SMKN 2 yang memiliki jurusan kriya tekstil,” ujar Pramesti Arum Wulandari dalam percakapan WhatsApp dengan SUARABARU.ID.

Baju batik motif Eksotika Mantingan Jungpara Karya Memes.

Lulusan SD Negeri 9 Panggang ini mengaku selalu termotivasi dari orang lain yang sukses dengan karya-karya batiknya. “Juga para guru yang selama ini telah membimbing saya dengan tekun dan sepenuh hati. Juga bapak Kepala Sekolah. Beliau-beliau yang mengantarkan saya  bisa meraih prestasi tingkat nasional,” ungkap Memes yang ingin melanjutkan kuliah ke UNNES Semarang dan mengambil jurusan seni rupa.

Sementara Eko Widiyanti,S.Pd  Ketua Jurusan Kriya  Tekstil SMK N 2 Jepara dan sekaligus pembimbing Pramesti Arum Wulandari bersama Alfiyah, S.Sn kepada SUARABARU.ID menuturkan, Memes memang sejak awal memiliki bakat dan minat yang tinggi untuk belajar seni batik.

Memes, karya dan guru pembing dan Ketua Jurusan Kriya Tekstil SMK N 2 Jepara, Eko Widiyanti, S.Pd.

Waktu  ada seleksi di  jurusan karena memang cantingannya bagus Memes   lokos. “Setelah itu kami memberikan pelatihan khusus selama 1,5 bulan. Kebebetulan memang  anaknya   perhatian, rajin, tanggap, serta cekatan. Jadi   selalu bisa  nyambung apabila diberikan penjelasan. Memes juga memiliki semangat yang tinggi,” ujar Eko Widiyanti.

Jadi anaknya selalu ingin latihan terus menerus. Apalagi ketika Ia tau bahwa lolos ketingkat Nasional. Jadi dia tambah semangat latihannya baik di sekolah, rumahnya sendiri, rumah saya dan rumah bu Alfi yang kebetulan juga punya usaha batik,” ujar Eko Widiyanti. Harapan kami prestasi Pramesti Arum Wulandari bisa memotivasi siswa yang lain untuk berkarya dan berprestasi, tambahnya.

Eko Widiyanti juga menjelaskan, SMKN 2 Jepara sebenarnya  sudah beberapa kali maju mengikuti lomba kriya tekstil pada LKS tingkat nasional.  Bahkan pada 2018 lalu salah satu siswanya juga berhasil meraih juara 1 lomba kriya tekstil LKS Nasional yang saat itu digelar di NTB.

Hadepe-ua

-->