blank
Setelah diberi waking hipnosis oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, anak-anaka di lokasi pengungsian SD Madureja Kecamatan Kecamatan Puring bisa tersenyum bersama.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan punya cara tersendiri menghibur anak-anak korban banjir di Desa Madurejo, Kecamatan Puring, Senin (26/10).

Setelah  didatangi, disapa, diajak komunikasi serta dihibur dengan waking hipnosis, anak-anak yang tegang karena trauma psikologis di lokasi pengungsian itu akhirnya bisa tersenyum bersama. Hal itu dipraktikkan sewaktu Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengecek lokasi jebolnya Tanggul Kali Telomoyo di Kecamatan Puring, Kebumen selatan.

Kapolres datang sembari memberi bantuan beras dan mengunjungi anak-anak di lokasi pengungsian SD Madureja, Senin siang. Warga terutama ibu-ibu dan anak mereka terpaksa mengungsi sejak Minggu malam lantaran rumahnya terkepung banjir.

blank
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menyerahkan bantuan beras kepada warga yang mengungsi di SD Madureja Puring.(Foto:SB/Ist)

Kapolres bergelar doktor ilmu hukum itu pun mewawancarai warga guna memastikan tidak ada korban jiwa dan mengimbau masyarakat di sekitar tanggul untuk berhati-hati. AKBP Rudy Cahya pun mengapresiasi gotong royong warga dan memberikan bantuan serta berkoordinasi dengan tim teknis Balai Besar Wilayah Sungai-Serayu-Opak dan BPBD Kebumen untuk perbaikan tanggul dan sarpras secepatnya.

Menurut Kapolres, pihaknya ikut memberikan bantuan dan bersama unsur BPBD, TNI serta Pemkab  terlibat pemulihan bencana dan mengecek pelaksanaan dapur umum serta tempat evakuasi supaya pengungsi nyaman dan kebutuhan terpenuhi.

“Saya memberikan motivasi dan waking hipnosis for trauma healing atau wawancara secara mendalam untukmenyembuhkan trauma psikologis kepada anak-anak di pengungsian banjir yang  menghindari tanggul jebol pada malam dini hari,”ujar Kapolres.

 

Dia jelaskan, waking hipnosis for trauma healing yakni mengajak berkomunikasi hipnosis sehingga anak-anak tidak sadar bahwa mereka dihipnosis, juga tidak tertidur dan komunikasi in depth interview atau wawancara mendalam untuk menghilangkan dan menyembuhkan trauma psikologis.

“Kami ajak anak-anak itu berkomunikasi persuasif humanis melalui waking hipnosis for trauma healing untuk menghibur dan menghilangkan trauma psikologis. Alhamdulilah mereka yang rautnya semula tegang akhirnya bisa senyum semua,”tandas AKBP Rudy Cahya.

Komper Wardopo