blank
Pesepak bola Timnas Indonesia U-19 Saddam Emiruddin (kanan) melepaskan tembakan dengan dibayangi pesepak bola Macedonia Utara Slave Markoski (kiri) dan Filip Kostovski (tengah) pada laga uji coba di Stadion NK Junak Sinj, Split, Kroasia, Minggu (11/10/2020). Timnas Indonesia menang 4-1 atas Macedonia Utara. Antara

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Mochammad Iriawan menargetkan tim nasional (timnas) masuk ke delapan besar Piala Dunia U-20.

“Timnas terus-menerus disiapkan dan ingin mencapai prestasi dengan target Piala Dunia U-20 minimal babak penyisihan, syukur-syukur masuk 8 besar,” kata Mochammad Iriawan di dalam konferensi pers daring dari kantornya di Jakarta, Selasa.

Iriawan menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti “rapat terbatas dengan topik “Perkembangan Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021” yang dipimpin Presiden Jokowi melalui “video conference”.

“Saya sengaja melakukan pertandingan persahabatan dengan tim-tim lain yang lebih dari kita dan saya lihat mereka bisa menyamakan ‘performancenya’ kalau di Indonesia lawan tandinganya tidak seperti di Eropa,” tambah Iriawan.

Saat ini, timnas U-19 Indonesia sedang melakukan pemusatan latihan (TC) di Kroasia selama Oktober 2020.

“‘Squad’ timnas yang menjalani TC ada 30 orang pemain, 19 orang bermain di liga 1, 2 orang bermain di liga 2, sisanya di klub luar negeri, SSB (sekolah sepak bola) dan diklat-diklat yang ada, artinya para pemain ini adalah pemain-pemain yang dipakai di liga-liga di Indonesia dan liga luar negeri,” ungkap Iriawan.

Menurut Iriawan ada 2 orang pemain timnas U-19 adalah pemain keturunan yang memiliki darah Indonesia dan Inggris namun keduanya berpaspor Indonesia.

Timnas U-19 juga sudah menjalani uji coba dengan berbagai tim luar negeri seperti melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3), Qatar (2-0, 1-1), Bosnia Herzegovina (0-1) dan Dinamo Zagreb (1-0).

“Ini pengalaman berharga karena uji tanding di Kroasia melawan tim bertengger di papan atas bisa menang seperti saat melawan Dinamo Zagreb dan juga yang menggembirakan waktu menang melawan Makedonia Utara 4-1 dan terakir ditahan 0-0, ‘performance’ makin hari makin bagus,” ungkap Iriawan.

Timnas U-19 rencananya akan kembali ke Indonesia pada Rabu, 28 Oktober 2020.

“Rencana awal mereka akan kembali ke klub masing-masing untuk berkompetisi di Liga 1 dan Liga 2, tapi perizinan masih belum dikeluarkan atau ditunda oleh pihak kepolisian,” tambah Iriawan.

Timnas U-19 selanjutnya akan kembali menjalani pemusatan latihan di Prancis mulai 21 Desember 2020 – 23 Januari 2021 untuk kembali melakukan uji tanding dengan berbagai tim di sana.

“Timnas akan kembali ke Jakarta pada 23 Januari untuk persiapan ke Uzbekistan untuk menjalani karantina jelang AFC pada 22 Februari 2021 ini yang mundur dari Oktober 2020,” ungkap Iriawan.

Menurut Iriawan, pelatih Shin Tae-yong memang memiliki program ‘check in dan check out’ untuk para anak didiknya.

“Artinya setelah ‘training’ pemain kembali ke klub dan berkompetisi, selanjutnya masuk latihan lagi, selesai latihan lanjut kompetisi, begitu terus untuk meningkatkan ‘skill’ dan ‘performance’ anak-anak U-19 karena di kompetisi dapat bertemu dengan pemain senior dan luar negeri di setiap klub karena atmosfernya berbeda antara TC dengan kompetisi yang betul-betul mengejar target,” ungkap Iriawan.

Piala Dunia U-20 sendiri direncanakan akan berlangsung pada 20 Mei – 12 Juni 2021 di Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Ant/Muha