Presiden Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto (kanan) menerima hibah busana dari Pelatih Kiper Persis Solo, I Komang Putra (IKP). Busana bernilai historis persepakbolaan di Tanah Air ini, untuk mengisi Musem Pasoepati.

SOLO (SUARABARU.ID) – Tidak mau kalah dengan pelatih sepak bola Widyantoro (Wiwid), Goalkeeper legendaris I Komang Putra (IKP) juga ikut menghibahkan baju batik berikut stelan celananya. Busana bernilai historis dalam persepakbolaan nasional ini, pernah dia pakai dalam kapasitasnya sebagai pelatih kiper, saat menunggui laga derby Persis Solo vs PSIS Semarang, di stadion Manahan Solo 6 juli 2017.

”IKP datang sendiri menyerahkan ke Museum TitikNol Pasoepati,” jelas Presiden Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto. Ini, tambah Mayor, merupakan kali kedua IKP datang ke museum, setelah sebelumnya pada Tanggal 17 juli 2020, menyerahkan kaos tangan kiper miliknya.

Mayor, tokoh kreator kaya ide peraih rekor dunia MURI, mengatakan, ini berkah yang dapat menyemangati ikon-ikon orang ternama yang berbau sepakbola, untuk menghibahkan sesuatu yang bernilai historis guna dijadikan materi isian Museum TitikNol Pasoepati Solo.

Saat ini, tutur Mayor, juga sudah melobi pemain legendaris Persija, Bambang Pamungkas. Berikut Musikan, mantan bomber Persik Kediri, dan Taufik Hidayat pebulutangkis top yang berhobi main bola.

Pulau Dewata
I Komang Putra (48), adalah putra Pulau Dewata lahir di Denpasar, Bali, 6 Mei 1972. Ia adalah seorang pemain sepak bola Indonesia dan merupakan lagenda hidup untuk PSIS Semarang. Terakhir kali ia bermain di Persis Solo, ia juga pernah memperkuat Timnas di ajang Piala Asia 2000 di Lebanon, dan SEA Games 1999.

Stelan busana baju batik lengan pendek dan celana hitam pendek ini, pernah dipakai IKP saat menunggui laga derby Persis Solo vs PSIS Semarang, di stadion Manahan Solo 6 juli 2017.

Posisi IKP dalam bermain bola adalah penjaga gawang. Di lapangan hijau, Goalkeeper dengan tinggi badan 175 CM,  ini identik sebagai pemakai nomor punggung dua belas.

IKP mulai dikenal saat membela tim Biru Langit Arseto Solo Tahun 1994-1998, sebelum akhirnya tim ini dinyatakan bubar karena adanya pergantian tampuk pemerintahan di Tanah Air. Setelah Arseto Solo dinyatakan bubar, IKP bersama rekannya, yakni Agung Setyabudi, Ali Sunan, dan Bonggo Pribadi hijrah ke PSIS Semarang, dan langsung memberikan gelar Juara Liga Indonesia 1998/1999 untuk PSIS Semarang di musim pertamanya.

Tahun 2000 bersama Agung Setyabudi, IKP hijrah ke Persebaya Surabaya ketika PSIS Semarang terdegradasi ke Divisi I Liga Indonesia. Namun ketika PSIS Semarang kembali ke Divisi Utama Liga Indonesia, IKP kembali membela panji PSIS untuk terus dipercaya mengawal jala gawang sampai tahun 2008.

Bersama PSIS Semarang, IKP membukukan prestasi yang luar biasa, seperti gelar Juara 1998-1999, Juara Ketiga 2005, Runner Up 2006.

Bambang Pur

-->