blank
Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina ketika melepas bibit ikan melem di aliran Sungai Serayu Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina SE MBA, melakukan penebaran 75 ribu benih ikan di aliran Sungai Serayu dan Kolam Ikan Tani Mandiri Dusun Tempelsari Desa Maduretno Kalikajar Wonosobo, Jumat (16/10).

Sejumlah 35 ribu benih ikan melem dan nilai dilepas di Sungai Serayu dan 40 ribu benih ikan beong ditebar di Kolam Ikan Tani Mandiri Tempelsari Maduretno. Benih ikan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Saat menebar benih ikan anggota DPR RI dari Dapil VI (Wonosobo, Temanggung, Magelang dan Purworejo) itu, didampingi Eka Gunadi (anggota DPRD Wonosobo), Pramuji (Kabid Perikanan Dispaperkan), Subadi (Kepala Desa Maduretno) dan Heru Kurniawan N (Ketua Kelompok Tani Mandiri).

Usai menebar ikan di Kolam Ikan Tani Mandiri, Ervina berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter melewati tanggul sungai untuk melepas bibit ikan melem dan nilai di pinggir aliran Sungai Serayu yang masuk Dusun Tempelsari Desa Maduretno Kalikajar.

Sepanjang perjalanan, politisi muda tersebut, juga menyaksikan aliran air yang jernih di pinggir tanggul selokan yang dilewati. Sesekali, dia juga mengambil gambar air terjun mini dan bangunan irigasi untuk mengatur aliran air, yang dia sebut bisa dikembangkan menjadi arena wisata air.

Entaskan Kemiskinan

blank
Bibit Ikan Beong ditebar di Kolam Ikan Tani Mandiri Tempelsari Maduretno Kalikajar Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Vita Ervina mengatakan Wonosobo punya potensi perikanan yang luar biasa. Sebab di daerah pegunungan tersebut, sumber air sangat melimpah sehingga warga bisa membudiyakan ikan di kolam maupun di lokasi lain di dekat aliran sungai.

“Ini potensi yang sangat luar biasa. Petani ikan harus bisa memanfaatkan peluang tersebut. Jika budi daya ikan berkembang dapat meningkatkan sumber pendapatan ekonomi warga setempat,” sebut wakil rakyat di Komisi IV yang membidangi sektor Pertanian dan Perikanan itu.

Jika potensi perikanan setempat bisa dikembangkan, sambungnya, bukan tidak mungkin akan bisa berkontribusi untuk ikut menekan angka kemiskininan di Wonosobo. Apalagi daerah ini tingkat stunting (gizi buruk) tergolong cukup tinggi.

“Selain bisa berdampak ekonomi bagi warga, pengembangan sektor perikanan secara tidak langsung dapat mengentaskan kemiskinan di daerah ini. Melalui gerakan makan ikan bersama, akan menambah asupan gizi anak, yang pada gilirannya dapat menekan kenaikan angka stunting,” cetusnya.

Kabid Perikanan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Wonosobo, Pramuji menambahkan, Waduk Wadaslintang dan beberapa kelompok tani ikan, selama ini jadikan sebagai andalan pengembangan sektor perikanan di Wonosobo. Dukungan pemerintah sangat berarti bagi peningkatan ekonomi pelaku perikanan.

Muharno Zarka-Wahyu