Mahasiswa peserta program Permata Sakti ketika mengikuti acara pembukaan secara daring yang dibuka Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH M.Hum , Rabu (23/9). Foto: Bagus Adji

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 148 mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara Sistem Alih Kredit Dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti) di Universitas Sebelas Maret (UNS Surakarta.

Program Permata Sakti diikuti pelbagai perguruan tinggi di Indonesia dibuka Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH M.Hum secara daring, Rabu (23/9)

Rektor Prof. Dr Jamal Wiwoho SH M.Hum dalam sambutannya mengatakan , salah satu sasaran program Permata Sakti yaitu membangun pola kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat daya saing global di bidang pendidikan.

Pelaksanaan Program Permata Sakti dibagi menjadi dua yaitu dilakukan antar perguruan tinggi dan internal kampus. Program antar perguruan tinggi dibagi menjadi dua.

Yakni pertukaran mahasiswa antar Program Studi (Prodi) pada perguruan tinggi yang berbeda dan pertukaran mahasiswa dalam Prodi yang sama pada perguruan tinggi yang berbeda. Sedangkan pelaksanaan di internal kampus dilakukan dengan pertukuran antarprodi.

“Harapannya, kegiatan ini bisa membentuk sebuah pola kerja sama antar Perguruan Tinggi (PT) dan mendorong untuk bisa berkolaborasi meningkatkan mutu serta akses antar perguruan tinggi di Indonesia,” kata Rektor UNS.

Masih dalam kesempatan sama, Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Ahmad Yunus menjelaskan , sebanyak 148 mahasiswa yang mengikuti program Permata Sakti di UNS berasal dari perguruan tinggi di Indonesia. Peserta terbanyak berasal dari Universitas Negeri Padang sebanyak 24 mahasiswa diikuti Universitas Mulawarman 22 mahasiswa dan Universitas Lampung 20 mahasiswa.

Sedangkan UNS mengirim 77 mahasiswanya ke-27 perguruan tinggi. Jumlah peserta terbanyak dikirim ke Universitas Padjadjaran 18 mahasiswa, Universitas Udayana 10 mahasiswa dan Universitas Sriwijaya sembilan mahasiswa.

“Terdapat tujuh mata kuliah unggulan diambil dari tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI) UNS. Ketujuh mata kuliah dimaksud meliputi Akuntansi Logistik, Teknologi Keuangan, Kebudayaan Jawa, Kecerdasan Buatan, Teknologi Kultur Jaringan, Teknologi Penyimpanan Energi dan Teknologi Produksi Tanaman Rempah dan Obat,” terangnya

Bagus Adji-trs

 

 

-->