Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun blusukan di pasar tradisional untuk membagikan masker gratis sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Foto: Antara

YOGYAKARTA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap berupaya membuka ruang selebarnya untuk kegiatan ekonomi di masa pandemi covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami tetap berupaya untuk membuka ruang bagi kegiatan ekonomi selebarnya. Namun dengan catatan wajib menerapkan protokol kesehatan covid-19 dengan sangat ketat,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, Senin (21/9/2020).

Menurut dia, melalui anggaran perubahan tahun ini, Pemkab Sleman terus mendorong sektor-sektor perekonomian seperti jasa, pariwisata dan perdagangan untuk tetap bisa berjalan dan tumbuh dengan baik.

BACA JUGA: Bantu UMKM Klaster Perikanan Untuk Berkembang, SIG Berikan Bantuan Modal dan Pendampingan

“Ini sebagai dorongan psikologis bagi masyarakat, karena tidak mudah untuk menggerakkan pasar di tengah suasana kecemasan dan kekhawatiran akibat adanya wabah ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, adanya beberapa pasar tradisional yang harus ditutup sementara untuk melakukan penyemprotan disinfektan akibat adanya pedagang atau pemasok barang yang terkonfirmasi positif covid-19 mengakibatkan adanya ketakutan secara psikologis di masyarakat.

“Bahkan setelah tiga hari ditutup dan disterilkan, masyarakat masih khawatir untuk datang ke pasar tradisional. Ini tidak mudah untuk tetap menggerakkan kembali aktivitas perekonomian di pasar,” jelasnya.

Harda mengatakan, membentuk rasa berani masyarakat itu tidak mudah, ada beban psikologis yang harus dibangkitkan dengan menumbuhkan kepercayaan di masyarakat.

“Membangkitkan kepercayaan orang, terutama ke pasar itu tidak mudah. Ini yang terus kami upayakan agar kepercayaan dan perekonomian masyarakat tetap tumbuh dan dapat berjalan,” tuturnya.

Ia juga berharap, masyarakat jangan takut, harus berani keluar untuk memberikan motivasi bagaimana hidup di masa pandemi covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

“Marilah kita sama-sama saling menumbuhkan rasa optimisme, agar perekonomian masyarakat tetap dapat berjalan dan tidak menimbulkan klaster baru covid-19,” ungkapnya.

Ruang Ekonomi
Menurutnya, untuk tetap membuka ruang kegiatan ekonomi di masa pandemi ini sangat tidak mudah, bahkan dari Provinsi DIY terus mengimbau agar hati-hati, terutama dalam membuka tempat wisata.

“Memang sempat ada imbauan dari provinsi agar objek wisata di Sleman yang sudah buka agar ditutup kembali, namun kami mencoba untuk memberikan pemahaman dan diskusi dengan Sekda DIY. Untuk pertumbuhan ekonomi, wisata di Sleman tetap dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Ia menambahkan, untuk menjaga kegiatan ekonomi ini tetap disiplin dan patuh protokol kesehatan, maka kegiatan razia yustisi pelanggaran protokol kesehatan terus dilakukan setiap hari di titik-titik aktivitas ekonomi masyarakat dan objek wisata.

“Razia oleh Satpol PP Sleman setiap hari dilakukan, dan jika ada yang melanggar akan diberikan sanksi tegas hingga penutupan sementara operasionalnya,” pungkasnya.

Ant/Naf

-->