blank
Ketua DPC Partai Demokrat Latifun dan Witiarso Utomo

JEPARA(SUARABARU.ID)– Penyebaran virus corona yang disebut sebagai pandemi   global,   sangat berpengaruh terhadap semua sendi kehidupan. Salah satunya adalah sektor ekonomi yang salahnya indikatornya nampak pada menurunnya tingkat penghasilan dan sekaligus daya beli  masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Jepara, M. Latifun saat membuka work shop membangkitkan ekonomi lokal dimasa pandemi covid 19. Acara yang berlangsung di ruang pertemuan RM Maribu Jepara ini menghadirkan seorang pengusaha muda Jepara, Witiarso Utomo. Hadir pula Ketua PC NU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq dan sejumlah pengusaha yang baru merintis usaha  serta kader partai Demokrat.

blank
M. Latifun ST, MT, Ketua Partai Demokrat Jepara

Namun demikian, walaupun pada kondisi sulit, Latifun mengajak kader partai dan warga masyarakat untuk tidak menyerah dan berpangku tangan. Lihat potesi ekonomi lokal disekitar kita, manfatkan dan kembangkan. “Karena itu diperlukan keberanian, ketekunan, kreatifitas dan inovasi ditengah pandemi,” ujar Latifun.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh ketua panitia, Mulyono DM yang menilai ekonomi kreatif berbasis rumah tangga bisa menjadi salah satu  solusi, seperti halnya kuliner, penjualan hasil pertanian dan perkebunan serta   kerajinan rumahan yang dikombinasikan dengan model penjualan online. “Sebab kita belum tahu sampai kapan pendemi ini ada,” ujar Mulyono DM.

blank
Peserta workshop membangkitkan ekonomi lokal ditengah pandemi

Cermat membaca peluang usaha

Sedangkan Witiarso Utomo yang merintis  usahanya sejak duduk dibangku SMA dengan menjadi bakul ikan mengungkapkan, salah satu yang dimiliki saat itu adalah keberanian dan tekad, disamping kecermatan membaca peluang usaha yang ada. Karena itu ia memilih membuka usahanya di Juana yang merupakan pelabuhan perikanan yang cukup besar.

Setelah merasa cukup mampu akhirnya pada tahun 2005, Ia membuat mini  coal storage, untuk menyimpan ikan dengan suhu dibawah 18 derajat. “Saya   menyewa sebuah bengkel untuk itu. Dengan demikian ikan dapat disimpan dalam beberapa hari dalam kondisi tetap segar dan harga jualnya tetap tinggi,” ujarnya. Kala itu di Juana belum banyak pedadang ikan yang memiliki coal storage, ujarnya.

Namun ia mengaku sempat jatuh bangun, sebelum berhasil membawa perusahaannya  bisa melantai di bursa saham. “Kesungguhan dan kecermatan dalam mengelola usaha juga menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan usaha,” ujar Witiarso Utomo yang akrab dipanggil Wiwit.

Terkait dengan pengembangan usaha berbasis  potensi lokal, menurut Witiarso Utomo, baik jika ditiap desa memiliki usaha rintisan. “Namun itu sulit dilakukan jika tidak ada intervensi dari pemerintah dalam bentuk kebijakan dan bahkan regulasi” ujarnya.

Hadepe-ua