Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi (kedua dari kanan), saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pacitan.(Foto:Humas Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) –Pembelajaran terbaik adalah tetap dilakukan di sekolah dengan metode tatap muka. Karena sarana dan prasarananya lebih menunjang, ” tegas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi.

Penegasannya ini, disampaikan saat melakukan pembinaan  kepada para kepala sekolah (Kasek) di Kabupaten Pacitan. Kata Wahid Wahyudi, sudah saatnya untuk mengujicoba pembelajaran tatap muka. Ini, tandasnya, menjadi pilihan terbaik meski pandemi masih terjadi. Tentu saja ujicoba dengan pengawasan ketat dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Corona Virus Disease (Covid)-19.

Orang pertama di jajaran Disdik Provinsi Jawa Timur ini berkata: ”Saya berharap, dengan pembelajaran tatap muka bisa membangkitkan kembali pendidikan Indonesia di tengah pandemi Covid-19.”
Pendidikan di Tanah Air, merupakan salah satu aspek yang paling diperhatikan pemeirntah di tengah adanya pandemi wabah virus corona. Upaya pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, mengharuskan siswa melakukan pembelajaran online dari rumah.

Belum Maksimal
Hanya saja,  pemberlakuan kebijakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di saat pandemi Covid-19 tersebut, belum bisa terlaksana secara maksimal karena terkendala beragam persoalan. Dicontohkan, seperti masih adanya daerah yang belum terjangkau sinyal internet, kurangnya kreativitas guru dalam metode pembelajaran online, serta mahalnya kuota internet. Semua kendala ini, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Bupati Pacitan, Indartato (kiri), menyambut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, yang mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Pacitan.(Foto:Humas Pacitan)

Sementara itu, Bupati Pacitan, Indartato, menyambut baik pembelajaran tatap muka. Ia berharap, kebijakan di bidang pendidikan, dapat memberi manfaat bagi masyarakat di KabupatenPacitan. Terlebih di saat pandemi yang belum diketahui pasti kapan akah berakhir.

Tim Humas Pemkab Pacitan, Eriska, Risky, Luky dan Arif, mengabarkan, dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan kepada siswa-siswi peraih juara lomba tingkat nasional, seperti lomba olimpiade sains dan lomba FLS2N. Juga diserahkan bantuan kepada pelajar yatim piatu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur beserta rombongan, mengunjungi  beberapa sekolah di Kabupaten Pacitan. Yakni SMA dan SMK di yang berada wilayah Kecamatan Punung dan Kecamatan Donorojo.

Bambang Pur

-->